Ulat dan Pohon Mangga

Ulat dan Pohon Mangga Suatu kali, seekor ulat tampak kelaparan. Di depannya, tampak pohon mangga yang sedang menghijau dengan dedaunan segar. Ulat yang sedang kelaparan pun menghampiri pohon mangga tersebut, lalu segera memanjat untuk memakan dedaunan itu. “Hei ulat, sedang apa kamu?” tegur pohon mangga. Ulat, saking laparnya, lupa meminta izin kepada pohon mangga. “Maaf,

Delapan dikali tiga samadengan dua puluh tiga

Delapan dikali tiga samadengan dua puluh tiga Yan Hui adalah murid kesayangan Confusius yang suka belajar, sifatnya baik. Pada suatu hari ketika Yan Hui sedang bertugas, dia melihat satu toko kain sedang dikerumunin banyak orang. Dia mendekat dan mendapati pembeli dan penjual kain sedang berdebat. Baca Juga : 5 Kualitas Sebatang Pensil Pembeli berteriak: “3×8 =

5 Kualitas Sebatang Pensil

5 Kualitas Sebatang Pensil Melihat Neneknya sedang asyik menulis Adi bertanya, “Nenek sedang menulis apa?” Mendengar pertanyaan cucunya, sang Nenek berhenti menulis lalu berkata, “Adi cucuku, sebenarnya nenek sedang menulis tentang Adi. Namun ada yang lebih penting dari isi tulisan Nenek ini, yaitu pensil yang sedang Nenek pakai. Nenek berharap Adi dapat menjadi seperti pensil

Belajar Rendah Hati dari Nelayan

Belajar Rendah Hati dari Nelayan Pada suatu sore yang cerah, seorang cendekiawan ingin menikmati pemandangan laut dengan menyewa sebuah perahu nelayan dari tepi pantai. Setelah harga sewa per jam disepakati, keduanya melaut tidak jauh dari bibir pantai. Melihat nelayan terus bekerja keras mendayung perahu tanpa banyak bicara, sang cendekiawan bertanya: “Apa bapak pernah belajar ilmu

Menabur dan Menuai

Menabur dan Menuai Pada suatu hari seorang pemuda sedang berjalan di tengah hutan, tiba-tiba ia mendengar jeritan minta tolong. Ternyata ia melihat seorang pemuda sebaya dengan dia sedang bergumul dengan lumpur yang mengambang. Semakin bergerak malah semakin dalam ia terperosok. Pemuda yang pertama tadi hendak sekuat tenaga memberikan pertolongannya. Dengan susah payah pemuda yang terperosok

Kisah Tentang Karpet

Kisah Tentang Karpet Ada seorang ibu rumah tangga yang memiliki 4 anak laki-laki. Urusan belanja, cucian, makan, kebersihan dan kerapihan rumah dapat ditanganinya dengan baik. Rumah tampak selalu rapih, bersih dan teratur dan suami serta anak-anaknya sangat menghargai pengabdiannya itu. Baca Juga : Menghadapi orang emosi Cuma ada satu masalah, ibu yang pembersih ini sangat tidak

Menghadapi orang emosi

Menghadapi orang emosi Beberapa bulan yang lalu di meja pemesanan kamar hotel Memphis, saya melihat suatu kejadian yang bagus sekali, bagaimana seseorang menghadapi orang yang penuh emosi. Saat itu pukul 17:00 lebih sedikit, dan hotel sibuk mendaftar tamu-tamu baru. Orang di depan saya memberikan namanya kepada pegawai di belakang meja dengan nada memerintah. Pegawai tersebut

Pencuri Kue

Pencuri Kue Seorang wanita sedang menunggu di bandara suatu malam. Masih ada beberapa jam sebelum jadwal terbangnya tiba. Untuk membuang waktu,ia membeli buku dan sekantong kue di toko bandara lalu menemukan tempat untuk duduk. Sambil duduk wanita tersebut membaca buku yang baru saja dibelinya. Dalam keasyikannya tersebut ia melihat lelaki disebelahnya dengan begitu berani mengambil

Empat istri dan suami yang sekarat – Tibet

Empat istri dan suami yang sekarat – Tibet Alkisah seorang pedagang kaya memiliki empat orang istri. Dia paling mencintai istri ke-4 dan memanjakannya dengan berbagai fasilitas hidup yang bagus. penuh perhatian dan selalu memberinya yang terbaik. Dia sangat mencintai istri ke-3 nya. Membanggakan dan selalu ingin memamerkannyankepada teman-temannya. Namun demikian, sang pedagang senantiasa khawatir kalau

Harga sebuah keajaiban

Harga sebuah keajaiban Sally baru berumur delapan tahun ketika dia mendengar ibu dan ayahnya sedang berbicara mengenai adik lelakinya, Georgi. Ia sedang menderita sakit yang parah dan mereka telah melakukan apapun yang bisa mereka lakukan untuk menyelamatkan jiwanya. Hanya operasi yang sangat mahal yang sekarang bisa menyelamatkan jiwa Georgi, tapi mereka tidak punya biaya untuk