berpikiran dewasa

Beranjak Dewasa Secara Umur, Hati, dan Pikiran

Umur akan selalu bertambah, tetapi hati dan pikiran belum tentu beranjak dewasa. Anak muda sering kali memiliki masalah hanya karena tidak belajar dewasa di usianya yang seharusnya sudah mampu bersikap dewasa. Akibatnya bisa sangat fatal, baik mendapat masalah di masa sekarang atau masalah di masa yang akan datang. Maukah anda mendapatkannya?

berpikiran dewasa

Anak muda sering kali diilustrasikan dengan banyak tenaga, banyak waktu, tetapi sedikit uang dan sedikit pengalaman. Kedewasaan seseorang memang berkembang setelah berbagai pengalaman dilaluinya. Tetapi jika tidak belajar sedari dini, bisa saja karena tidak pernah belajar dewasa maka akan terlibat dengan berbagai masalah. Contohnya, anak remaja yang hanya meninggikan ego dan gengsinya saja akan terus ingin tawuran hanya karena berbeda pendapat atau berbeda latar belakang dengan kelompok lain. Padahal, perbedaan akan memperkaya kehidupan jika disikapi dengan damai menggunakan hati dan pikiran yang dewasa. Suatu masalah yang hanya karena dilatar belakangi perbedaan pendapat, harusnya bisa diselesaikan dengan duduk bersama dan bermusyawarah. Apalagi, beberapa kali tawuran terjadi hanya karena ingin terlihat lebih eksis. Tenaga dan waktu yang berlebih malah digunakan untuk hal yang membahayakan diri sendiri. Apa manfaatnya? Apakah anda akan merasakan kehidupan yang lebih baik setelahnya? Justru tidak.

Kedewasaan hati dan pikiran bisa dicari, walau usia masih sangat muda dan pengalaman masih sangat sedikit. Misalnya, dengan selalu menimba ilmu dari orang yang tua secara umur dan memiliki prestasi yang baik dalam kehidupannya. Dari percakapan sederhana dan membicarakan hal hal positif, kita akan terbangun bagaimana bersikap secara dewasa ketika mendapat tantangan. Selain itu, bisa juga mengikuti berbagai seminar dan pelatihan yang bisa membantu bagaimana meraih kedewasaan dalam berperilaku dan berucap.

Mengapa kedewasaan itu penting? Karena jika kita tidak memilikinya, akan ada potensi kegagalan, permasalahan, dan ketidakbahagiaan yang kita rasakan dikemudian hari. Contohnya, berusaha bijak dalam menggunakan uang. Jika kita terbiasa bersikap bijak karena ada kedewasaan dalam hati dan pikiran, kita tidak akan pernah dengan begitu saja menghambur hamburkan uang baik uang yang kita usahakan sendiri maupun pemberian. Uang yang kita pegang akan kita sadari sangat mudah habisnya. Dengan begitu, tidak akan sembarangan dalam membelanjakannya. Selain itu, kita pun akan mengingat betapa pentingnya memikirkan masa depan dengan memilih menabung atau berinvestasi. Contoh lain, belajar dewasa akan mempermudah kita mendapatkan karir karena semua orang yang akan memperkerjakan kita membutuhkan orang yang siap untuk berpikir jernih dalam menghadapi masalah. Jika kita tidak biasa tertekan dan selalu bersikap kekanan kanakan, jangan harap ada orang yang percaya memberikan tanggung jawab pada kita.  itulah mengapa kita anak muda harus terus belajar dewasa seiring dengan umur yang terus bertambah.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *