Arsip Kategori: Tokoh Inspirasi

Mendalami Arti Bersyukur dari Orang Orang Hebat

Tuhan telah memberikan segala sesuatu kepada manusia, berupa anggota tubuh yang bisa digunakan untuk melakukan segala aktifitas, seperti hujan yang akan menyirami tanaman agar mampu tumbuh dan berbuah, memberikan sinar matahari untuk kehidupan dunia, dan masih banyak lagi segala macam yang tuhan berikan kepada makhluknya. Namun apakah kita pernah bersyukur? Berterimakasih kepadnya karena telah memberikan segala hal yang kita perlukan, menerima segala sesuatu baik itu musibah atau karunia. Pernahkah kita bersyukur?. Ada banyak wujud bersyukur yang bisa kita lakukan, seperti bersyukur dalam bentuk ucapan, bersyukur dalam bentuk budi pekerti dan akhlak, selalu menolong orang orang yang kesusahan dibawah kita, selalu semangat dan berjuang juga merupakan sikap dari syukur, karena kita mampu berjalan maju bukannya menangisi keadaan.

bersyukur

Ada banyak kisah yang mengharukan yang pantas kita teladani, khususnya kisah kisah orang yang senantiasa bersyukur atas segala keadaan dan kondisi yang diterimanya. Diantara kisah tersebut adalah kisah seorang penjual rujak, pada suatu hari ada penjual rujak yang berteduh diemperan toko, pemiliki toko yang sedang cemas menantikan pembeli menyapa sang penjual rujak, pemilik toko bertanya “ kalau hujan dagangannya laris tidak pak?, sang penjual rujak berkata “kurang laris bu”, sang pemilik toko “ terus bagaimana pak dagangannya, dibuang ya? Wah bapak rugi dong”, sang penjual rujak “dagangannya yang mudah busuk saya berikan ke tetangga bu, biasanya tetangga juga seneng, kalau yang tidak mudah busuk saya simpan lagi, iya rugi tapi saya yakin bahwa rizki sudah ada yang mengatur, jika hujan berarti saya diberi kesempatan untuk lebih beribadah kepada Allah”. Mendengar dari jawaban sang penjual rujak pemiliki toko langsung termangu, selama ini dia cemas menantikan pelanggan jika hujan tidak segera reda, sedangkan penjual rujak yang selalu mendorong gerobaknya dan kehujanan jika hujan malah bersyukur atas segala sesuatu yang dialaminya.

Setiap orang memang memiliki masalah sendiri sendiri, namun hanya beberapa orang saja yang mampu bersyukur atas segala masalah yang dialaminya. Kisah inspiratif lainnya adalah tentang seseorang yang hidup berdua dengan sang ibu saja, merupakan warga negara luar yang memiliki keterbatasan fisik yaitu tidak memiliki kedua tangan untuk beraktifitas, sang ayah sudah meninggal, sedangkan saudara lainnya pergi dan tidak ada kabar, namun dengan keterbatasan tangannya dia masih memiliki semangat untuk berjuang hidup dan merawat ibunya yang sudah tua renta, ibunya lumpuh dan harus memerlukan bantuan darinya setiap hari. Walaupun keadaannya seperti itu semangat untuk berjuang terus membara, setiap hari ia pergi untuk mencari makan, berladang, memasak dan menyuapi ibunya. Sungguh mengharukan orang orang yang mampu bersyukur dan tegar menghadapi keadaan dan masalah yang dideritanya.

Kisah Inspiratif Uwais Al Qorni

Ibu merupakan orang yang wajib kita hormati, berikut ini adalah cerita tentang seorang yang sangat menyayangi dan patuh kepada ibundanya. Seorang pemuda bernama Uwais Al Qorni hidup di wilayah Yaman, dia hidup berdua dengan ibunya, sehari hari bekerja sebagai penggembala domba, orang orang sekitar menganggap bahwa Uwais Al Qorni adalah orang fakir miskin yang sangat biasa. pada suatu hari Uwai mendengar keinginan ibunya untuk beribadah ke Makkah, namun Uwais berfikir bahwa untuk pergi ke Makkah membutuhkan unta dan bekal selama diperjalanan, sedangkan ia benar benar miskin, akhirnya Uwais membeli seekor domba, domba tersebut bukan untuk di naiki ke Makkah, namun domba tersebut sebagai bentuk latian, setiap pagi Uwais menggendong domba naik dan turun bukit, hingga berbulan bulan domba tersebut akhirnya tumbuh besar, namun rasa berat menggndong domba tidak lagi dirasakannya, yang ada ototnya semakin kuat.

uwais al qorny

Uwais berlatih menggendong domba agar ia mampu menggendong ibunya sampai di Makkah dan melaksanakan ibadah langsung dihadapan Allah, ibunya sangat gembira dan bersyukur atas apa yang dilakukan oleh Uwais, hingga akhirnya mereka berdua berangkat ke Makkah, barulah orang orang zaman sadar apa yang dilakukan oleh Uwais ini. Uwais kembali lagi ke Yaman, dan suatu hari, Uwais ingin sekali berjumpa dengan rosulullah, ia meminta izin kepada ibunya untuk pergi ke Makkah, namun sebelum pergi ia menyiapkan segala sesuatu yang nantinya akan digunakan oleh ibunya, dan menitipkan ibunya kepada tetangga, sebelum berangkat sang ibu berkata ketika sudah sampai maka lekaslah pulang. Uwais pergi ke Madinah, ia langsung kerumah rosulullah, namun sayang rosulullah sedang pergi perang, didalam rumah hanya ada Siti Aisyah, Uwais bingung apakah ia akan menunggu atau langsung pulang, apalagi ia teringat dengan pesan dari ibunya, jika sudah sampai maka lekaslah pulang, akhirnya Uwais pulang ke Yaman.

Rosulullah pulang dan beliau mendapatkan pesan bahwa telah datang seseorang dari Yaman, namun karena ia memiliki ibu yang sudah tua dan lumpuh maka ia kembali ke Yaman, mendengar hal tersebut maka Rosulullah juga menceritakan kepada sahabat Umar bin Khotob dan Ali Bin Abi Thalib bahwasanya orang tersebut yang bernama Uwais Al Qarni bukanlah makhluk bumi, namun makhluk langit, ciri cirinya bisa dilihat dari telapak tangannya yang berwarna putih, hal ini merupakan bekas dari penyakit Uwais sebelumnya, jika bertemu mintalah doa kepadanya, karena doa yang diucapkannya akan terkabul. Dan ketika rosulullah telah wafat dan digantikan kekhalifahannya oleh sahabat sahabatnya maka setiap kali ada rombongan yang datang dari Yaman maka sahabat Ali dan Umar selalu bertanya apakah seseorang bernama Uwais ikut bersama mereka, hingga suatu hari Ali dan Umar bertemu dengan Uwais dan meminta doa kepadanya, ketika Uwais wafat banyak sekali orang yang datang melayat dan mengurus jenazahnya, hingga orang orang Yaman heran, mereka baru tahu ternyata seseorang yang dikenal sangat miskin merupakan kekasih Allah.