Jadilah Telinga Dan Mata Hati Yang Lebar Dan Tajam

Tidak ada komentar 80 views

Melihat rupa orang lain lebih mudah dibanding melihat rupa diri sendiri, harus ada media untuk melihat rupa diri sendiri, contohnya dengan menggunakan cermin. Begitu juga dengan melihat kejelekan orang lain lebih mudah daripada melihat kejelekan diri sendiri. wahai orang orang mulailah sekarang anda harus lebih jeli terhadap segala sesuatu yang anda lakukan, cobalah untuk selalu berkaca dan intropeksi apakah selama ini yang anda lakukan benar atau buruk sebelum menjudge orang lain. Cobalah untuk memposisikan diri anda jika anda yang menjadi korban orang orang yang tidak tahu kebenarannya secara utuh.

mata hati

Tanpa disadari manusia sangat senang jika orang lain mengalami kesusahan, iri hati ketika orang lain merasa kebahagiaan. Mulailah hilangkan sifat tersebut, sebelum ajal datang dan penyesalan anda alami. Jika anda mendapatkan suatu kabar yang belum tentu benar maka jangan langsung menerima begitu saja, tunggu kabar tersebut secara keseluruhan dan secara benar. Karena bisa jadi kabar setengah akan membuat seseorang terhakimi. Tidak hanya seseorang, tapi keluarga, teman temannya, organisasinya, lembaganya  atau bahkan negaranya akan merasa terhakimi dan tercemar. Jangan hanya karena kabar setengah anda mengeluarkan umpatan dan kritikan yang tidak pantas anda ucapkan, hanya akan memperlihatkan betapa bobroknya anda lebih parah dari kabar yang belum benar tersebut.

Di zaman teknologi modern ini telah banyak sosial media yang muncul, orang orang tanpa batasan mengucapkan, menghina, mencomooh, mengkritik dengan mudahnya, tanpa tahu kebenaran yang sebenarnya. Jadilah pribadi yang santun, yang malu dan takut kepada tuhannya dan menghormati manusia. Contoh mudahnya jika seorang pembantu atau pekerja rumah tangga yang sedang melakukan tugasnya sehari hari kemudian datang majikannya dan melakukan tindakan yang tidak baik kepada pembantu tersebut, kemudian pembantu harus melindungi dirinya sendiri dengan cara memukul majikan, sedangkan disisi lain ada seseorang yang memfoto pembantu tersebut memukul majikan tersebut dan diungguh di media sosial tanpa adanya keterangan, maka dilihat dari foto tersebut siapakah yang salah, maka yang salah adalah pembantu, karena memukul majikan. Sedangkan kebenaran atau kenyataanya pembantu hanya ingin melindungi dirinya sendiri karena ulah majikan. Itu hanya contoh kecil saja yang ada disekitar kita.

Janganlah menyimpulkan sesuatu dilihat dari satu sisi saja, namun anda harus mengetahui seluruh alur yang ada, jangan mendengar cerita hanya sepotong saja, namun anda harus mendengar seluruhnya dan kebenarannya. Janganlah terpancing dengan seseorang yang suka mengadu domba, jika anda ingin mengetahui perilaku atau akhlak seseorang secara utuh, maka ajaklah mereka bepergian, ketika anda melakukan perjalanan maka akan tampak perilaku asli mereka, dengan begitu anda mengetahui apakah orang tersebut salah atau benar. Anda akan mengetahui seseorang dengan cara penilaian melalui hati.