Memaafkan Tanpa Dendam

Tidak ada komentar 80 views

Setiap orang berpotensi membuat salah dan melukai perasaan orang lain. Kesalahan yang timbul pun bisa karena memang melakukan hal hal yang tidak benar, atau hanya masalah persepsi benar atau salah yang berbeda beda dari setiap orang. Tanpa sadar pula, kita berucap kata kata yang tidak pantas terlontar sehingga menyakiti orang lain walau niatnya bercanda, atau memang memang tidak ada maksud apa apa. Begitu pula yang  terjadi pada diri kita. Sering kali kita merasakan sakit yang teramat sangat oleh perilaku orang lain atau perkataan dari bibir orang lain hingga ada istilah mulutmu harimaumu. Jika sudah begitu, kita akan dihadapkan dengan sulitnya memaafkan.

memaafkan tanpa dendam

Berbagai peristiwa sangat membuat kita sedih merana. Contohnya seperti ditinggal pergi, cerai, ditikam rekan kerja, ditinggalkan keluarga, dibenci kerabat, diremehkan atasan, dan lain sebaginya. Lantas, masihkan kita harus belajar memaafkan? Jawabannya adalah ya, kita harus tetap mamaafkannya. Dengan memaafkan kita akan belajar menjadi pribadi yang lebih kuat. Memaafkan akan membuat kita menurunkan ego kita dan menyadari secara tegar bahwa kita pun bisa melakukan apa yang mereka lakukan. Memaafkan juga berarti keikhlasan hidup, karena tidak ada manusia yang sempurna dan terhindar dari khilaf serta kealpaan. Dengan begitu, kita akan terbiasa untuk tidak menolak takdir yang biasanya hanya berujung pada keluh kesah saja.

Memaafkan dengan setulus hati itu berarti dengan sungguh sungguh dan sadar menerima kesalahan orang lain dan berharap tidak terjadi lagi serta tidak menginginkan hal buruk terjadi kepadanya. Ya, sering kali masih ada dendam yang tersisa walau bibir telah berucap memaafkan. Akibatnya, kita hanya menunggu kesialan dan hal buruk terjadi pada mereka yang telah berbuat salah. Lebih parahnya, bahkan kita hanya fokus untuk membalas kejadian yang telah terjadi agar mereka merasakan kesedihan. Mengapa anda tidak memilih memaafkan dengan ikhlas tanpa dendam? Memaafkan orang lain baik karena orang tersebut sudah menyadari kesalahannya atau tidak, sama halnya dengan percaya ada rencana Tuhan yang dititipkan lewat kejadian yang membuat kita sedih dan terluka. Kita akan naik kelas, dan Tuhan pun akan menggantinya dengan kebahagiaan di jalan yang lain. Selain itu, memaafkan tanpa dendam pun membuat kita fokus untuk kesempatan meraih bahagia di masa depan. Waktu dan tenaga yang kita miliki akan tercurah dan bermanfaat daripada memelihar dendam yang terus akan melukai hati. Dendam pun tidak akan menyelesaikan masalah, justru bisa menambah masalah. Dendam juga tidak akan membuat hati kita tenang, justru akan gelisah setiap waktu. Maka dari itu, mulailah memaafkan segala hal yang membuat kita sedih, terluka dan merana, serta bangkit dari kesedihan dan kegagalan agar hidup menjadi lebih baik.