Perspektif Yang Luar Biasa

Tidak ada komentar 110 views

Sudut pandang atau dikenal dengan nama perspektif itu berbeda beda, setiap kepala orang memiliki perspektif yang berbeda beda, sehingga janganlah memandang sesuatu atau menerima pendapat dari satu orang saja. cobalah untuk memandang dari berbagai sudut sehingga akan tampak bahwa kebijaksanaan akan terwujud. Contoh mudahnya adalah seorang pengemis yang meminta kepada orang lain karena dirinya dan anaknya belum makan sama sekali sejak tiga hari yang lalu, jika anda melihat sudut pandang dari orang yang dimintai uang oleh pengemis maka akan berfikir “enak sekali hidup orang ini, tidak bekerja, tapi sangat mudah meminta uang kepada orang lain”, sedangkan sudut pandang orang pengemis maka ia berkata “sudah tiga hari tidak makan, apa tidak ada orang yang mau berbelas kasihan kepada saya”, sedangkan orang lain yang melihat akan berkata “kasihan sekali pengemis itu, tapi enak juga ya hidupnya tinggal meminta minta kepada orang lain” dan diliar sana setiap orang yang melihat kejadian tersebut pasti memiliki pemikirannya sendiri sendiri.

perspektif

Dari cerita diatas anda bisa melihat bahwa banyak sekali pemikiran orang yang berbeda beda, tergantung dari isi kepala setiap orang. Dan cobalah untuk berfikir yang akan membawa kebijaksanaan, misal saja anda menawari pekerjaan untuk pengemis agar iya mendapatkan gaji dan mampu untuk memenuhi makan mereka, atau bisa juga dengan cara yang lain yang lebih  bijaksana. selain cerita diatas ada juga cerita lain yang sangat menarik. Menceritakan tentang keluarga miskin dan keluarga kaya, dikisahkan ada seorang ayah dari keluarga kaya yang ingin memperlihatkan kepada putranya betapa kaya keluarga mereka, maka diajaklah sang anak untuk pergi kesebuah kampung yang disana hiduplah keluarga miskin.

Ayah yang merasa dirinya kaya tersebut membawa anaknya untuk berlibur beberapa hari dirumah yang paling miskin menurut ayahnya. Setelah beberapa hari tinggal disana dan berkeliling melihat perkampungan tersebut, akhirnya mereka kembali ke rumah. Setelah sampai dirumah maka sang ayah bertanya “bagaimana perjalannya nak”, sang anak menjawab “sungguh luar biasa”, sang ayah berkata “ sudahkan kamu melihat betapa miskinnya orang orang hidup?”, sang anak menjawab “ oh tentu saja, saya melihat bahwa kita punya satu anjing, tapi mereka punya empat anjing, kita memiliki lampu taman, tapi mereka mendapatkan lampu dari bintang, kita memiliki kolam renang tapi mereka memiliki sungai yang sangat panjang, kita memiliki tanah sempit yang kita tinggal tapi mereka punya ladang sejauh mereka memandang, kita memiliki satu pembantu tapi mereka memiliki satu sama lain untuk membantu, kita memiliki tembok untuk melindungi mereka tapi mereka memiliki teman untuk melindungi mereka, ayah terimakasih sudah menunjukkan betapa miskinnya kita”.