Rendahkan Hati Dahulu, Ulurkan Tangan Kemudian

Tidak ada komentar 66 views

Untuk apa kita ini sekolah, lalu bekerja, dan terus mencari penghasilan di dunia ini? Sejatinya, kita mencari ketenangan diri. Sering kali orang menyebutkan hati yang tenang jika kita memiliki banyak uang. Padahal, banyak memiliki harta pun tidak menjamin ketentraman hati. Salah satu cara yang paling jitu adalah dengan selalu berbagi. Jika kita dalam keadaan yang sedang berlebih, ingatlah kanan dan kiri anda apakah semua sudah seberuntung anda atau belum. Banyak sekali yang sebenarnya bisa kita lakukan dengan harta yang berlebih, misalnya berlibur ke luar negeri atau membeli barang mewah. Tetapi apakah itu semua memberikan ketenangan dan kebahagiaan sejati?

uluran tangan dan hati

Setiap manusia memiliki hati nurani yang sangat suci, tak sedikit pun tersentuh hal hal tercela. Hanya saja, hati nurani kita sering kali tertutup dan terbelenggu. Inilah yang membuat kita merasa selalu tidak cukup terutama soal harta. Padahal, jika ingin bahagia disaat memiliki harta berlebih itu dengan cara berbagi kepada sesama yang membutuhkan. Tetapi, rendahkan dulu hati kita sebelum berbagi jika anda ingin mendapatkan kebahagiaan sejati. Saat anda memberikan bantuan atau donasi untuk sesama, janganlah anda berharap mendapatkan pujian atau pengakuan. Memberikan dengan tangan kanan, tidaklah perlu tangan kiri mengetahuinya. Berharap orang akan memuji, hanya akan membuat kita kecewa. Bagaimana jika pujian dan pengakuan itu tidak datang? Anda pasti akan merasa kecewa. Berbeda dengan jika memberi tanpa berharap itu semua, kita akan merasa bahagia yang teramat sangat. Ya, hati nurani kita akan bergetar dan belenggu hitam akan memudar. Sejatinya, kita semua akan merasa bahagia jika melihat orang lain bahagia.

Mengulurkan tangan tanpa banyak bicara atau pamer juga membuat kita menjadi manusia yang percaya bahwa kebaikan akan selalu terbalas. Tuhan tidak akan tidur dan melupakan kebaikan yang kita lakukan. Tunggulah saja kebaikan anda terbalas dengan tidak di duga duga. Keikhlasan yang kita ciptakan akan berujung pada rejeki yang akan mengalir terus dikemudian hari.

Banyak orang yang sudah membuktikan bahwa kebaikan itu akan berbalas. Andakah salah satunya? Pernah anda merasa tertolong oleh orang yang tanpa di duga duga datang? Pernahkan anda merasa terbantu oleh kejadian di luar kebiasaan? Ya, itulah kuasaNya. Kebaikan akan membawa anda pada kebaikan. Sayang sekali jika kebaikan yang anda lakukan akan tercampur dengan kesombongan dan rasa ingin pamer. Keduanya akan membuat hati yang putih bisa menjadi keruh. Maka dari itu, mulailah untuk sekedar memberi tanpa harus di puji. Misalnya, secara diam diam datanglah ke panti asuhan dan sumbanglah beberapa uang yang anda miliki. Atau, pergilah ke suatu sekolah dan carilah siswa yang kesusahan membeli pelengkapan sekolah dan belilah keperluan siswa tersebut lalu titipkan saja pada gurunya. Anda akan merasa kepuasan, kebahagiaan dan ketenangan hati yang sejati.