Arsip Tag: inspirasi hidup

Meraih Sukses Dengan 5 Hal Sederhana

Arti sukses adalah keadaan disaat semua tujuan hidup sudah tercapai. Banyak macam kesuksesan yang ingin diraih oleh masing masing individu, seperti sukses karir, sukses berkeluarga, sukses meraih pendidikan yang tinggi, atau sesederhana ingin sukses membuat keluarga yang disayangin mampu tersenyum setiap hari. Untuk meraih kesuksesan itu, dibutuhkan kerja keras dari diri kita. Kerja keras yang kita lakukan itu juga harus sesuai dengan track agar tujuan hidup, jangan melenceng ataupun melebar.

5 kunci sukses

Tujuan hidup dirancang harus sejak dini. Tetapi bagi anda yang belum melakukannya, mulailah dari sekarang. Jangan biarkan anda berjalan tanpa arah yang akan dicapai. Memang, berserah pada Tuhan itu benar. Tetapi, pasrah itu bukan berarti tanpa usaha yang jelas. Pasrah bukan berarti kita berjalan tanpa arah yang pasti, dan tanpa usaha yang disertai doa. Pasrah adalah menyerahkan hasil pada Tuhan setelah kita berusaha secara maksimal. Maka dari itu, penting sekali merencanakan kesuksesan. Ya, sukses itu adalah hasil rencana perjuangan dan kerja keras meraihnya karena tidak ada kemenangan yang hanya pemberian dari orang lain. Jika saat ini anda merasa belum pintar, maka hentikanlah membuang  waktu untuk kesenangan dan mulailah belajar. Jika anda merasa hari ini belum terlalu kuat, maka hentikanlah bermalas malasan dan mulai latihlah diri anda agar lebih kuat dari hari sebelumnya.

Ada 5 hal yang harus selalu diingat untuk terus berjuang meraih kesuksesan. Yang pertama, jadilah pribadi yang tidak mudah tersulut. Anda bukan seekor ikan, yang mudah untuk dipancing. Berbagai tantangan di depan kita, harus disikapi dengan pikiran yang tenang dan jernih. Maka, solusipun akan di dapat. Yang kedua adalah fokus pada tujuan. Ingatlah atau bahkan catatlah rencana tujuan tujuan yang ingin anda raih, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Dengan begitu, anda akan memiliki fokus dalam setiap langkah yang diambil. Sering kali, jika tidak fokus pada tujuan yang ingin kita raih, kita akan mudah tergoda dan beralih tujuan yang belum tentu akan membawa dampak yang lebih baik. Lalu yang ketiga adalah miliki kedekatan dengan siapapun yang ada di sekeliling anda. Latihlah kepekaan diri anda dengan selalu mengobrol dengan siapapun dan dimanapun. Anda juga bisa terapkan ini agar ada kedekatan dengan rekan bisnis, bawahan, atasan dan lain sebagainya. Dengan adanya kedekatan yang anda bangun, orang orang akan selalu peduli, dan bisa saja membantu anda meraih impian impian yang direncanakan.  Yang keempat adalah jadilah orang yang fleksibel. Milikilah prinsip, tetapi berperilakulah fleksibel sehingga orang mudah suka dan percaya pada diri kita. Lalu yang ketiga adalah tajamkan indera. Jadilah orang yang selalu tanggap membaca situasi dan kondisi, agar segala tantangan dapat dilewati dengan kemenangan.

Tataplah Masa Depan, Hiduplah Sekarang dan Bukan Di Masa Lalu

Ini bukan sebuah cerita belaka, namun sebagain dari kita memang mengalami hal seperti ini di dalam kehidupan ini. Kita seolah tidak memiliki gairah yang besar untuk sebuah keberhasilan, dan seakan-akan hanya menjadi seorang penggembira saja di berbagai kesempatan baik yang kita temukan di dalam kehidupan kita.

Di saat sebagian orang berpacu untuk meraih dan mengejar mimpi-mimpi mereka akan masa depan yang cerah, beberapa yang lainnya justru hanya berada di titik yang sama untuk beberapa waktu yang cukup panjang. Mereka tetap hidup dan menjalani hidup sebagaimana yang lainnya, namun mereka tidak pernah beranjak dan selalu berada pada titik yang sama, meskipun mereka memiliki kesempatan yang luas untuk melakukannya. Lalu, apa yang sebenarnya sedang kita lakukan?

Tidak menerima kenyataan dengan hati lapang

Ada banyak orang yang mengalami kegagalan, bahkan meski pada akhirnya mereka berhasil dalam sebuah bidang, namun mungkin saja mereka telah mengalami berbagai kegagalan sebelum meraih keberhasilan tersebut di dalam genggaman. Hal ini bisa dialami siapa saja, bahkan oleh kita juga. Namun yang kemudian menjadi pembeda adalah bagaimana kita menyikapi dan menerima kegagalan tersebut sebagai sebuah hal yang positif untuk kehidupan kita saat ini, atau bahkan untuk kehidupan kita di masa yang akan datang.

Meski menyadari kegagalan yang telah terjadi, sebagian dari kita memilih untuk tetap berada di sana dan tidak beranjak ke mana-mana. Membiarkan diri selalu terpuruk dan seolah berupaya untuk mengingkari kegagalan yang telah terjadi, itulah hal yang sering kita lakukan. Bersikap seolah semuanya baik-baik saja, dan menyamankan diri pada kegagalan-kegagalan yang sama. Kita tidak pernah benar-benar bangkit dan memberi kesempatan diri kita sendiri untuk menjadi lebih baik lagi. Ini tentu sebuah tindakan yang salah, bahkan sangat fatal.

Belajarlah untuk menerima kenyataan dan kegagalan yang mungkin saja pernah kita alami di masa lalu. Jangan selalu menyalahkan diri atas hal tersebut, sebab ini akan selalu membuat kita marah dan tidak pernah tenang dalam menjalani kehidupan. Cobalah untuk memaafkan diri sendiri dan berdamai dengan semua masa lalu yang telah terjadi, bahkan berbagai hal terburuk sekalipun yang pernah kita alami.

Tataplah masa depan dengan berani dan rasa percaya diri yang tinggi

Jangan menghukum diri sendiri atas berbagai masalah yang pernah terjadi, sebab hal ini akan membuat kita selalu hidup di bawah bayang-bayang masa lalu yang kelam. Hidup hanya sekali maka tataplah masa depan, karena sangat mubazir jika dilewatkan dengan meratapi masa lalu, bukan?

Nikmati saja apa yanga ada sekarang dan milikilah sebuah harapan untuk masa yang akan datang. Beranjak dan meninggalkan masa lalu adalah sebuah pilihan yang tepat, jika kita memiliki keinginan untuk berubah dan menjadi seseorang yang lebih baik lagi di masa yang akan datang.

Mulailah untuk memberikan diri sendiri sebuah kesempatan yang lain, agar kita bisa memulai sebuah lembaran baru  di dalam hidup kita. Rasa percaya diri yang kita miliki akan sangat membantu untuk bisa bangkit dan memperbaiki berbagai hal buruk dan juga kegagalan yang kita alami di masa silam. Hiduplah di masa sekarang dan bukan di masa lalu yang gagal dan selalu penuh dengan berbagai hambatan. Bahkan meski di masa lalu kita teramat sangat gagal, namun akan tetap selalu ada kesempatan di masa sekarang dan masa yang akan datang.

Artikel berjudul tataplah masa depan, hiduplah sekarang dan bukan di masa lalu ini mengajarkan kita untuk tidak terpaku di masa lalu karena yang terpenting adalah masa depan. Jangan pikirkan masa lalu yang penuh kegagalan, llihat masa lalu hanya untuk belajar agar di masa depan tidak terulang kesalahan yang pernah terjadi.

sumber : sipolos.com

Menerima Kegagalan dengan Waktu yang Tepat

Mengalami kegagalan dalam sebuah bidang, tentu bukan sebuah perkara yang menyenangkan untuk dirasakan. Ini bahkan bisa menjadi sebuah hal yang sangat menyakitkan dan membuat kita terpuruk di dalam hidup, di mana kita bisa saja tak lagi memiliki semangat dan juga rasa percaya diri yang cukup untuk bangun dan segera bangkit dari kegagalan tersebut. Tapi taukah Anda, dengan menerima kegagalan dapat membuat kita jauh lebih baik lagi.

Kegagalan bisa saja dialami oleh siapapun, bahkan mereka yang telah memiliki segudang keberhasilah di dalam hidup mereka. Artinya, kegagalan merupakan hal yang sangat manusiawi dan sangat wajar terjadi, di mana saja dan kapan saja, semua orang akan memiliki peluang yang sama untuk mengalami kondisi seperti ini. Jika ternyata begitu, maka akan sangat berlebihan jika kita mengerutuki diri sepanjang waktu kerena sebuah kegagalan yang pernah kita alami, bukan?

Meski gagal, hidup ini masih tetap berjalan

Ada kalanya kita begitu bersemangat dan begitu yakin akan sukses dalam sebuah pekerjaan yang kita lakukan. Kita mengupayakan semua yang terbaik yang kita mampu dan tentunya mengharapkan sebuah keberhasilan atas hal itu. Atau, kita telah berada beberapa senti saja dari titik keberhasilan yang sangat kita impikan. Namun, secara tidak terduga, sebuah kegagalan tiba dengan sempurna.

Lalu, apakah hidup berakhir atas kejadian tersebut?

Tentu saja tidak, kita masih akan tetap bernapas, merasa sedih dan mungkin terpuruk atas kegagalan yang baru saja kita rasakan. Kita juga mungkin akan merasa menjadi sosok yang tidak berguna, dan akan selalu dipandang sebagai orang yang tidak mampu oleh lingkungan sekitar kita, meskipun yang terakhir ini tidak selalu benar.

Cobalah untuk menerima kegagalan tersebut dengan benar, di mana kita bisa melihat hal ini sebagai sebuah pelajaran. Ketahui dengan jelas apa saja yang membuat kita gagal, sehingga kelak kita tidak akan mengulangi hal yang sama kembali. Semua orang tentu pernah gagal, bahkan mereka yang sekarang telah mencapai kesuksesan sekalipun.

Berikan waktu untuk merayakan itu

Sedih setelah mengalami kegagalan adalah sebuah hal yang sangat wajar, apalagi jika ternyata kita telah berupaya dengan sangat keras untuk tidak mengalaminya. Namun, selalu ada hal yang terjadi dan harus kita lalui untuk sebuah kesuksesan, termasuk dengan mengalami sebuah kagagalan terlebih dahulu di saat ini.

Tak perlu malu ketika merasa rapuh saat menghadapi kondisi seperti ini. Jika memang perlu dan membuat kita lega, maka menangis bukan pilihan yang buruk untuk dilakukan, terutama jika itu membuat kita merasa lebih baik dan tenang. Lakukan hal yang bisa membuat kita menjadi lega dan lebih nyaman, agar semua kesedihan dan juga kemarahan menjadi hilang. Tentukan waktu untuk hal ini, satu atau dua hari akan membuat kondisi kita menjadi jauh lebih baik lagi.

Beranjak dan memulai kembali

Namun, jangan sampai larut di dalam kesedihan yang panjang, sebab tidak akan pernah ada waktu yang cukup untuk selalu meratapi kegagalan diri sendiri. Segeralah beranjak dan memulai kembali apa yang menjadi keinginan dan juga harapan kita selama ini. Belajarlah dari kegagalan, sehingga hal yang sama tidak akan terulang. Jika kita bisa memperbaiki diri dengan baik, maka berbagai kendala di dalam kegagalan yang lalu tidak akan terulang kembali.

Akan selalu banyak orang yang mengalami kegagalan, namun sikap seseorang dalam menghadapi dan menerima kegagalan tersebutlah yang kemudian akan menjadi hal yang membedakannya dengan mereka yang selalu gagal.

sumber : sipolos

Belajar Bijak dari Hal yang Paling Kecil

Kisah Inspirasi Hidup – Cerita berikut ini akan membuat kita belajar bijak dari hal yang paling kecil yang terkadang kita abaikan. Terkadang, hal-hal kecil sekalipun tidak “bisa” dilakukan oleh orang dewasa. Bukan karena mereka tidak mampu melakukannya, namun mereka memang tidak mau dan merasa tidak perlu untuk melakukan hal seperti itu. Orang dewasa seringkali terlalu sibuk dengan urusan diri mereka sendiri, sehingga mengabaikan banyak hal di sekitarnya. Mungkin tidak semua, namun kebanyakan dari kita memang sering melakukannya.

kisah nenek
sumber : ayofoto.com

Sore itu, antrian di supermarket terbilang cukup panjang, tiga kasir berjejeran pada mejanya masing-masing dan tampak sibuk menghadapi barisan pembeli yang menenteng belanjaan. Seorang anak perempuan berpita merah berusia sekitar sepuluh tahunan berdiri pada barisan paling pinggir, dekat dengan pintu keluar, sebatang pensil dan penggaris merah muda terlihat di genggaman tangan kanannya. Dia terlihat sabar, menanti antriannya yang akan segera tiba, satu orang lagi di depannya sedang menghitung uang kembalian, dan mencoba untuk memeriksa struk belanjaannya sebelum meninggalkan tempat tersebut. Menanyakan sesuatu kepada kasir, dan masih tetap berdiri di sana sambil memeriksa kembali struk belanja dan uang kembaliannya.

Kasir terlihat menghela napas panjang, menatap antrian yang semakin panjang ke belakang. Kasir ini memang dikhususkan bagi pembeli yang hanya berbelanja sedikit / beberapa barang saja, sehingga proses pembayaran di sana jauh lebih cepat dan lancar, jika dibandingkan dengan dua meja kasir lainnya. Namun hal ini justru membuat antrian di sini selalu lebih panjang dari meja kasir lainnya, sebab semua orang selalu ingin dilayani dengan cepat, terutama mereka yang hanya berbelanja beberapa barang saja.

Belum sempat anak berpita merah ini maju ke depan dan mendekati meja kasir, tiba-tiba saja barisan di belakangnya riuh, dan dengan terburu-buru seorang ibu berusia lima puluhan berjalan di sisi antrian yang sempit dan berusaha untuk mendekati meja kasir. Namun yang lain enggan menepi, atau bahkan memudahkan langkahnya menuju ke depan. Tak sedikit yang mengomel, bahkan mengumpat kelakuan ibu tersebut.

“Antri dong, memangnya warung sayur sebelah rumah, ga ada aturan,” umpat seorang pembeli yang sedang antri di belakang.

“Ya elah, kita udah antri dari tadi, ini orang malah main serobot aja,” ujar yang lainnya.

Ibu tersebut tetap maju ke depan, hingga akhirnya berdiri bersisian dengan anak berpita merah. Wajahnya tampak lelah dan sedikit pucat, mungkin sedikit malu karena menjadi bahan ejekan banyak orang di sana. Kasir hanya diam, tanpa melakukan apa-apa, sementara orang di depannya berlalu sambil tersenyum kecut, penuh ejekan.

“Maaf semua, saya sangat terburu-buru dan harus segera tiba di rumah kembali. Tolong, saya mau bayar ini, Mbak,” ucap ibu tersebut dengan terbata-bata.

“Yang benar aja, Mbak, masa orang nyerobot begitu diladeni duluan?” protes seorang pembeli yang lagi antri.

“Wah, Mbak ini harus training lagi nih kalau sikapnya kayak gini,” yang lainnya menimpali dengan ketus.

“Maaf, Ibu harus antri seperti yang lainnya,” ujar kasir sambil mempersilahkan anak berpita merah maju ke depan.

“Tapi saya hanya membeli sekotak susu formula ini saja, cucu saya yang masih bayi menangis kehausan di rumah, tolonglah,” pintanya pelan. Namun kasir tetap diam dan tidak menanggapi sama sekali, sementara yang antri di belakang tetap sibuk dengan komentar masing-masing.

“Nenek boleh bayar sekarang, biar cepat pulang. Aku bisa antri lagi dari belakang, cuma sebentar,” ucap anak berpita merah sambil tersenyum dan mempersilahkan ibu tersebut ke meja kasir, seraya berlalu menuju antrian paling terakhir.

Kasir terpaku sesaat, sebelum akhirnya mempersilahkan ibu yang berkali-kali mengucapkan terima kasih kepada anak tersebut. Pembeli sepanjang antrian menjadi hening, dan tiba-tiba saja mereka sibuk dengan pikiran dan rasa malu masing-masing.

Dari cerita belajar bijak dari hal yang paling kecil tersebut kita bisa belajar dari seorang anak kecil yang dengan senang hati menukar antriannya untuk mempersilahkan seorang ibu tua yang sedang terburu ingin membelikan susu kepada cucunya. Memang sebenarnya apa yang dilakukan ibu ibu tersebut bukanlah sebuah contoh yang baik, Karena tidak bersikap baik dengan menyerobot antrian, tapi bagaimanapun kita bisa belajar banyak tentang sifat seorang anak kecil yang sangat tulus memberikan waktu dia untuk seorang ibu yang sedang terburu buru ingin membelikan susu kepada cucunya.

Semoga cerita ini bermanfaat bagi seluruh pembaca, Jangan lupa baca kisah inspiratif lainnya.

sumber : sipolos.com