Arsip Tag: jauhkan handphone

Jauhi Prasangka Buruk, Jika Tidak Mau Cemas

Penyakit hati banyak macam dan bentuknya,mulai dari iri hati, dendam, hingga khusnudon atau berprasangka buruk. Setiap orang mungkin pernah mengalaminya, namun mereka tidak sadar bahwa hal tersebut akan menjadikannya hati yang keras. Kecemasan dan kehawatiran akan selalu menghantui dirinya sendiri. Untuk menghilangkan hal tersebut banyak banyaklah berdzikir kepada Allah serta intropeksi diri terhadap segala Sesuatu yang anda lakukan. Ada sebuah kisah yang menceritakan tentang prasangka, prasangka baik sangat bagus untuk dilakukan, namun sangat sulit diteapkan, dan kebanyakan orang lebih mudah ber prasangka jelek atau dikenal dengan khusnudon. Cerita ini merupakan cerita yang terjadi antara sepasang suami istri.

kecemasan

Pada suatu hari ada sepasang suami istri yang sudah lama menikah, minggu depan adalah hari pernikahan mereka yang ke 10. Dan telah dikaruniai seorang anak yang berumur 8 tahun. walaupun sudah menikah cukup lama keromantisan yang diberikan suami kepada istri tidak pernah luntur. Suami masih sama memperlakukan istrinya sejak mulai pengantin baru hingga umur mereka 10 tahun. Seperti wanita umumnya, dan seperti tahun tahun sebelumnya wanita atau istri tersebut hanya akan diam dan tidak memberitahukan kepada suaminya minggu depan merupakan ulang tahun pernikahannya. Istri berharap bahwa suaminya akan tahu dan mengingatnya sendiri. Hingga dua hari sebelum ulang tahun pernikahan tiba, suami mendapatkan kabar bahwa dirinya ditugaskan keluar kota untuk urusan kantor. Maka berangkatlah suami tersebut keluar kota, dan mau tidak mau istri menerimanya dengan lapang.

Hingga hari yang ditunggu akhirnya tiba juga, sang istri menunggu kabar sang suami hingga larut malam, namun sang suami sama sekali tidak ada kabar, hingga akhirnya sang istri menelephon, namun tidak ada yang mengangkat telephon tersebut padahal aktif. Akhirnya sang istri berprasangka bermacam macam, sang istri mengirim sms dengan bunyi “kenapa kau mengabaikanku, apakah kau bertemu dengan wanita lain disana, hingga kau tidak ingat hari pernikahanmu”, namun tidak ada jawaban sama sekali, sang istri bertambah dan marah, hingga akhirnya esok harinya sang istri pergi ke luar kota ketempat sang suami bertugas.

Sesampainya ditempat yang dituju sang istri tidak melihat penampakan dari sang suami, dan akhirnya si istri mengirim pesan lagi “dimana? Kenapa menghindariku seperti ini, apakah kau sedang bersenang senang dengan wanita lain?”, dan datanglah seorang bapak bapak mengatakan bahwa suami yang sedang dicari berada di rumah sakit, akhirnya mereka ke rumah sakit dan sang istri mendapati suaminya terluka parah disana, seseorang datang dengan membawakan bunga dan hadiah lainnya, orang tersebut berkata bahwa ini milik sang istri, sang istri membukanya dan mendapati sebuah surat cinta dari sang suami, diketahui bahwa sang suami pada hari ulang tahun pernikahan mereka sang suami akan pulang kerumah, namun naas di perjalanan mengalami kecelakaan, sedangkan handphonenya telah diambil orang yang memanfaatkan keadaan tersebut.

Jauhkan Ponsel, Miliki Kebersamaan Yang Berkualitas

Kapan terakhir kali anda menghabiskan waktu bersama keluarga tercinta atau kerabat tanpa bermain ponsel? Tanpa disadari, hari hari kita sudah sangat bergantung pada ponsel pintar yang kita miliki. Ponsel ciptakan untuk mempermudah yang jauh menjadi dekat, bukan malah sebaliknya yang tadinya dekat justru menjadi jauh. Orang yang tadinya mudah mengobrol dengan siapapun yang ada disekitar, menjadi berkurang hanya karena sibuk berkutat dengan ponselnya. Orang yang tadinya suka berinterkasi langsung dengan menyambangi keluarga dan kerabat, menjadi berkurang hanya karena bisa menyapa di sosial media dan aplikasi percakapan.

jauhkan handphone untuk kebersamaan

Keluarga yang anda miliki seharusnya menjadi alasan mengapa anda harus bekerja keras dan terus sibuk karena ingin melihat mereka bahagia. Tetapi, jangan sampai lupa bahwa kebahagiaan mereka bukan hanya melulu soal uang. Misalnya, seorang ibu yang sudah tua sudah tidak lagi ingin uang yang berlebih untuk membeli sesuatu, atau untuk disimpan. Sering kali, kehadiran andalah yang para ibu inginkan. Ibu yang sudah tidak terlalu berdaya, ingin meendapatkan perhatian yang lebih dari anaknya bukan ingin mendapat kiriman uang. Walau hanya sekedar ditengok dan mengobrol santai di rumah, ibu jauh lebih senang daripada dibelikan barang dan fasilitas yang serba ada tetapi tidak pernah melihat anaknya secara langsung. Memang, dengan canggihnya perkembangan ponsel saat ini akan mempermudah komunikasi dengan orang tua atau kerabat lainnya, tetapi pertemuan secara langsung akan lebih membahagiakan.

Contoh lainnya adalah ketika sedang akhir pekan atau hari libur. Jika anda sudah berkeluarga apalagi memiliki anak, gunakanlah waktu libur anda untuk benar benar menjaga keharmonisan dengan menjauhkan ponsel anda. Artinya, ketika libur bekerja maka usahakanlah anda tidak terpaku pada layan ponsel dan mulailah untuk bercengkrama, bercanda, atau juga sesekali pergi berlibur. Anak dan keluarga anda tidak akan merasakan bahagia yang utuh, jika hanya ada nafkah lahir saja atau materi saja yang anda beri. Dampingilah anak untuk berkembang dan tumbuh, perhatikanlah orang tua anda yang akan terus menua, dan sayangilah terus kerabat anda dengan terus berjuang bersama dan saling membantu.

Kebiasaan untuk tidak selalu terpaku pada ponsel saat sedang bersama keluarga dan kerabat bisa dimulai dengan beberapa hal. Yang pertama, pastikan hal hal yang berhubungan dengan pekerjaan anda sudah selesai di kantor dan dapat ditinggalkan saat hari libur. Jangan biarkan pekerjaan anda menumpuk dan terbawa sampai ke rumah. Yang kedua, letakkan ponsel anda jauh dari jangkauan baik saat berada di dalam rumah maupun sedang pergi berlibur. Minimal, matikan sinyal yang bisa membuat anda terganggu. Dengan begitu, anda akan terhindar dari notifikasi, godaan membuka sosial media, atau juga membuka catatan catatan yang ada di dalam ponsel, dan bisa memiliki waktu yang berkualitas untuk membangun keharmonisan.