Arsip Tag: kisah inspirasi bijak

Mau Jadi Gelas Atau Telaga?

Setiap orang pasti memiliki masalah, baik masalah besar maupun kecil. setiap orang juga memiliki kelapangan dan kesabaran, namun tingkatannya berbeda, apakah memiliki tingkatan kesabaran tinggi atau rendah, namun semua tergantung kepada individu masing masing, karena setiap orang memiliki pengendali sendiri sendiri.Berikut ini ada sebuah kisah yang sangat menarik tentang seorang anak kecil yang akan menyelesaikan masalah sendiri atau hanya ingin berlarut larut dalam masalah. Pada suatu hari di hari aktif sekolah seorang anak duduk didalam kelas mendengarkan guru namun sepertinya pikiran dan perasaannya tidak di kelas, guru tersebut melihat seperti kesedihan dan kekhawatiran anak dari raut muka dan tingkahnya.

gelas-telaga

Setelah pelajaran selesai, guru segera memanggil anak keruangan kantor, disana guru tersebut bertanya “hai nak, kenapa engkau murung dan terlihat sangat sedih?” maka sang anak menjawab “ada sesuatu masalah yang sedang menimpa ku guru”, kemudian sang guru tidak memberi sebuah nasihat atau ucapan untuk menghibur, beliau mengambil segenggam garam dan satu gelas air putih, dihadapan anak tersebut guru berkata “ coba lihat nak, ini adalah satu genggam garam, ibaratkan sebagai masalah yang sedang kau hadapi, sedangkan satu gelas ini adalah hatimu, maka aku akan meletakkan satu genggam garam ini kedalam satu gelas air putih, silahkan kamu minum nak” guru meletakkan segenggam garam kedalam satu gelas air putih dan menyuruh anak tersebut meminumnya, setelah meminum maka sang guru bertanya “bagaimana rasanya nak?” sang anak  menjawab “sungguh luar biasa asin”. Selanjutnya anak tersebut diajak jalan jalan oleh sang guru, tibalah di sebuah telaga, guru mengambil satu genggam garam lagi, kemudian menaburkannya ke dalam air telaga tersebut, dan menyuruh anak tersebut meminum air telaga, guru berkata “bagaimana rasanya nak?” sang anak menjawab “ segar, tidak asin sama sekali”.

Setelah sang guru dan anak tiba disekolah, maka diruangan guru tersebut menerangkan bahwasanya manusia punya pilihan, mau bersikan seperti gelas atau seperti telaga, beliau berkata “hai anakku, jadilah hatimu ini seluas telaga, karena sebanyak apapun masalah atau garam ditaburkan kedalam hatimu, maka hatimu tetap tenang, jangan jadikan hatimu seluas gelas, diberi segenggam garam atau masalah langsung ciut dan berkecil hati, merasa sedih sepanjang waktu”, mendengar keterangan dari gurunya tersebut maka sang anak sadar, bahwa masalah bisa saja datang dalam wujud masalah besar maupun kecil, namun semua masalah tidak aka nada artinya jika kita memiliki hati seluas telaga, sebanyak apapun genggaman garam yang ditaburkan, hati akan tetap tenang, tidak ada kesedihan yang berlarut larut. Dengan adanya kisah diatas maka bisa disimpulkan bahwa menjadi orang sedih atau senang, yang bisa memilih hanyalah diri kita sendiri.

Mendalami Arti Bersyukur dari Orang Orang Hebat

Tuhan telah memberikan segala sesuatu kepada manusia, berupa anggota tubuh yang bisa digunakan untuk melakukan segala aktifitas, seperti hujan yang akan menyirami tanaman agar mampu tumbuh dan berbuah, memberikan sinar matahari untuk kehidupan dunia, dan masih banyak lagi segala macam yang tuhan berikan kepada makhluknya. Namun apakah kita pernah bersyukur? Berterimakasih kepadnya karena telah memberikan segala hal yang kita perlukan, menerima segala sesuatu baik itu musibah atau karunia. Pernahkah kita bersyukur?. Ada banyak wujud bersyukur yang bisa kita lakukan, seperti bersyukur dalam bentuk ucapan, bersyukur dalam bentuk budi pekerti dan akhlak, selalu menolong orang orang yang kesusahan dibawah kita, selalu semangat dan berjuang juga merupakan sikap dari syukur, karena kita mampu berjalan maju bukannya menangisi keadaan.

bersyukur

Ada banyak kisah yang mengharukan yang pantas kita teladani, khususnya kisah kisah orang yang senantiasa bersyukur atas segala keadaan dan kondisi yang diterimanya. Diantara kisah tersebut adalah kisah seorang penjual rujak, pada suatu hari ada penjual rujak yang berteduh diemperan toko, pemiliki toko yang sedang cemas menantikan pembeli menyapa sang penjual rujak, pemilik toko bertanya “ kalau hujan dagangannya laris tidak pak?, sang penjual rujak berkata “kurang laris bu”, sang pemilik toko “ terus bagaimana pak dagangannya, dibuang ya? Wah bapak rugi dong”, sang penjual rujak “dagangannya yang mudah busuk saya berikan ke tetangga bu, biasanya tetangga juga seneng, kalau yang tidak mudah busuk saya simpan lagi, iya rugi tapi saya yakin bahwa rizki sudah ada yang mengatur, jika hujan berarti saya diberi kesempatan untuk lebih beribadah kepada Allah”. Mendengar dari jawaban sang penjual rujak pemiliki toko langsung termangu, selama ini dia cemas menantikan pelanggan jika hujan tidak segera reda, sedangkan penjual rujak yang selalu mendorong gerobaknya dan kehujanan jika hujan malah bersyukur atas segala sesuatu yang dialaminya.

Setiap orang memang memiliki masalah sendiri sendiri, namun hanya beberapa orang saja yang mampu bersyukur atas segala masalah yang dialaminya. Kisah inspiratif lainnya adalah tentang seseorang yang hidup berdua dengan sang ibu saja, merupakan warga negara luar yang memiliki keterbatasan fisik yaitu tidak memiliki kedua tangan untuk beraktifitas, sang ayah sudah meninggal, sedangkan saudara lainnya pergi dan tidak ada kabar, namun dengan keterbatasan tangannya dia masih memiliki semangat untuk berjuang hidup dan merawat ibunya yang sudah tua renta, ibunya lumpuh dan harus memerlukan bantuan darinya setiap hari. Walaupun keadaannya seperti itu semangat untuk berjuang terus membara, setiap hari ia pergi untuk mencari makan, berladang, memasak dan menyuapi ibunya. Sungguh mengharukan orang orang yang mampu bersyukur dan tegar menghadapi keadaan dan masalah yang dideritanya.

Pendidikan Sejak Kecil

Keluarga bagi seorang anak adalah pendidikan pertama sebelum masuk sekolah formal, sehingga peran orang tua dalam mendidik anak sangatlah penting. Bagi anda yang masih punya anak kecil maka mulai sekarang jadikan dan kenalkan akhlak dan perilaku yang baik, sehingga ketika sudah dewasa menjadi kebiasaan. Namun jika sejak kecil dididik secara tidak benar, niscaya ketika dewasa susah untuk dididik dengan benar. Contoh mudahnya adalah dalam hal belajar tulis menulis, seorang anak kecil sangat mudah belajar menulis, otaknya masih sangat cerdas belum memikirkan hal hal lain, namun berbeda jika orang yang sudah tua kita ajarkan baca tulis, yang ada malah marah marah, seperti sebuah syair berkata bahwa belajar diusia muda seperti menulis diatas batu, sedangkan belajar diusia senja atau tua seperti menulis diatas air. Oleh sebab itu sebelum anak anda terjerumus dalam pergaulan luar, ajari dan biasakan untuk hidup dalam kebaikan.

pendidikan

Berikut ini ada sebuah kisah yang sangat inspiratif bagi orang tua yang memiliki anak, diceritakan pada suatu hari seorang anak yang bernama akhmad pergi bersama ayahnya kekebun, ada banyak macam tumbuhan yang tumbuh dan berkembang di kebun tersebut, kemudian ada satu pohon yang menarik perhatian akhmad, yaitu bunga mawar yang bengkok, akhmad penasaran dan bertanya kepada ayahnya “ayah, kenapa mawar ini bengkok?”, ayah berkata “itu kesalahn tukang kebun yang biasa merawat kebun ini, karena tidak dirawat sejak kecil maka bengkok”, sang akhmad berkata lagi “kan tinggal dilurusin saja ayah”, sang ayah tertawa dan berkata “ ketika pohon mawar sudah tua atau besar. Maka akan sulit sekali jika diluruskan, yang ada batang yang bengkok malah akan patah, karena telah tumbuh dahan dan kulit yang kuat”. dari cerita diatas maka bisa disimpulkan bahwasanya anak yang diibaratkan seperti pohon mawar yang sejak kecil tidak dirawat maka besarnya akan bengkok, atau berperilaku jelek, ketika tuanya akan diluruskan maka akan sulit dilakukan, begitu juga dengan orang yang dewasa jika ada yang meluruskan ketika salah malah akan marah marah.

Oleh sebab itu bagi anda orang tua yang akan atau sedang memiliki anak kecil, didiklah anak tersebut sejak kecil, hingga menjadikannya suatu kebiasaan. Ajari dan biasakanlah anak kecil berbuat baik dan belajar tentang agama, dengan begitu dewasanya akan menjadi seorang yang berguna dan bertaqwa, namun sebaliknya, jika dibiarkan sejak kecil, misal saja hari ini dibiarkan tidak sholat maghrib, akan tambah tidak sholat isya, besoknya lagi subuh, hingga sholat duhur dan bulan depannya lagi akan terbiasa meninggalkan sholat lima waktu, jadikan dan ajari anak dalam kebiasaan yang baik dan benar, sehingga tumbuh menjadi anak yang dibanggakan.

Keteladanan Seorang Pemimpin

Banyak dari kita berfikir bahwa menjadi seorang pemimpin merupakan kebanggaan yang sangat besar, baik untuk dirinya sendiri, keluarganya, teman temannya, lembaganya, dan orang orang yang dikenalnya. Selain bangga, banyak juga masyarakat beranggapan bahwa gaji yang diterimanya sangatlah besar, sehingga bisa untuk hidup senang dan sangat bercukupan, namun taukah anda bahwa menjadi pemimpin merupakan pekerjaan yang sangat luar biasa berat, kebahagian sebuah negara atau lembaganya ada dipundak mereka, jika ada sesuatu yang keliru atau keselahan dalam lembaga atau negaranya maka pemimpin yang akan disalahkan pertama kali. Sungguh dibalik derajatnya yang cukup tinggi namun menyimpan resiko yang sangat besar. Ada salah satu pemimpin yang dikenal dengan nama khalifah, beliau salah satu khulafaurrasyidin, yaitu khalifah Umar bin Khotob, terkenal dengan kepemimpinan yang selalu memperhatikan rakyatnya.

kepemimpinan

Khulafaurrasyidin Umar bin Khottob merupakan khalifah yang patut diteladani oleh semua pemimpin yang ada didunia ini, beliau merupakan pemimpin yang selalu mencemaskan rakyatnya. Diceritakan bahwa pada masa Umar krisis melanda Madinah dan kota kota islam lainnya yang ada di sekitar Madinah. Banyak orang muslim yang menjadi miskin karena krisis yang melanda, Umar merasa bahwa musibah tersebut menjadi tanggung jawabnya. Pada suatu hari Umar memerintahkan kepada petugas untuk menyembelih unta dan membagikannya kepada penduduk. Dan ketika waktu makan tiba Umar melihat bahwa dipiringnya telah tersedia daging unta yang paling lezat, Umar bertanya kepada petugas apa dan dari mana ini, maka petugas menjawab bahwa daging unta tersebut merupakan daging yang baru saja disembelih, umar menolak dan meminta petugas mengambilkan roti untuk di santap.

Khalifah Umar merasa bahwa penderitaan yang dialami oleh rakyat juga merupakan penderitaan yang dialaminya juga, dan pada suatu hari ketika malam tiba, Umar sering patroli dan berjalan sendiri  untuk mengetahui keadaan rakyatnya, maka ketika beliau sedang mengecek terlihat rumah yang masih menyalakan lampunya, didalamnya terdengar anak kecil yang menangis dan merintih meminta makan, anak kecil tersebut meminta makan kepada ibunya, namun ibunya hanya bisa berucap bahwa makanan yang sedang di rebus belum juga matang, padahal didalam panci yang digunakan untuk merebus terdapat batu bukan makanan. Mendengar hal tersebut maka seketika Umar berlari kerumah dan memanggul makanan yang ada dikarung, beliau tidak didampingi oleh petugas, beliau melakukannya sendiri, dan akhirnya keluarga tersebut bisa makan makanan. Khalifah Umar pernah berucap “ kalau rakyatku kelaparan, aku ingin orang pertama yang merasakannya, kalau rakyatnya kekenyangan aku ingin orangterakhir yang memakannya” alangkah luhurnya Umar menjadi seorang pemimpin. Kepemimpinan Umar bin Khatap harusnya patut dijadikan teladan bagi semua orang khususnya para pemimpin negara atau lembaga, namun anda juga harus mencobanya juga untuk menjadi pemimpin diri sendiri.

Jadilah Telinga Dan Mata Hati Yang Lebar Dan Tajam

Melihat rupa orang lain lebih mudah dibanding melihat rupa diri sendiri, harus ada media untuk melihat rupa diri sendiri, contohnya dengan menggunakan cermin. Begitu juga dengan melihat kejelekan orang lain lebih mudah daripada melihat kejelekan diri sendiri. wahai orang orang mulailah sekarang anda harus lebih jeli terhadap segala sesuatu yang anda lakukan, cobalah untuk selalu berkaca dan intropeksi apakah selama ini yang anda lakukan benar atau buruk sebelum menjudge orang lain. Cobalah untuk memposisikan diri anda jika anda yang menjadi korban orang orang yang tidak tahu kebenarannya secara utuh.

mata hati

Tanpa disadari manusia sangat senang jika orang lain mengalami kesusahan, iri hati ketika orang lain merasa kebahagiaan. Mulailah hilangkan sifat tersebut, sebelum ajal datang dan penyesalan anda alami. Jika anda mendapatkan suatu kabar yang belum tentu benar maka jangan langsung menerima begitu saja, tunggu kabar tersebut secara keseluruhan dan secara benar. Karena bisa jadi kabar setengah akan membuat seseorang terhakimi. Tidak hanya seseorang, tapi keluarga, teman temannya, organisasinya, lembaganya  atau bahkan negaranya akan merasa terhakimi dan tercemar. Jangan hanya karena kabar setengah anda mengeluarkan umpatan dan kritikan yang tidak pantas anda ucapkan, hanya akan memperlihatkan betapa bobroknya anda lebih parah dari kabar yang belum benar tersebut.

Di zaman teknologi modern ini telah banyak sosial media yang muncul, orang orang tanpa batasan mengucapkan, menghina, mencomooh, mengkritik dengan mudahnya, tanpa tahu kebenaran yang sebenarnya. Jadilah pribadi yang santun, yang malu dan takut kepada tuhannya dan menghormati manusia. Contoh mudahnya jika seorang pembantu atau pekerja rumah tangga yang sedang melakukan tugasnya sehari hari kemudian datang majikannya dan melakukan tindakan yang tidak baik kepada pembantu tersebut, kemudian pembantu harus melindungi dirinya sendiri dengan cara memukul majikan, sedangkan disisi lain ada seseorang yang memfoto pembantu tersebut memukul majikan tersebut dan diungguh di media sosial tanpa adanya keterangan, maka dilihat dari foto tersebut siapakah yang salah, maka yang salah adalah pembantu, karena memukul majikan. Sedangkan kebenaran atau kenyataanya pembantu hanya ingin melindungi dirinya sendiri karena ulah majikan. Itu hanya contoh kecil saja yang ada disekitar kita.

Janganlah menyimpulkan sesuatu dilihat dari satu sisi saja, namun anda harus mengetahui seluruh alur yang ada, jangan mendengar cerita hanya sepotong saja, namun anda harus mendengar seluruhnya dan kebenarannya. Janganlah terpancing dengan seseorang yang suka mengadu domba, jika anda ingin mengetahui perilaku atau akhlak seseorang secara utuh, maka ajaklah mereka bepergian, ketika anda melakukan perjalanan maka akan tampak perilaku asli mereka, dengan begitu anda mengetahui apakah orang tersebut salah atau benar. Anda akan mengetahui seseorang dengan cara penilaian melalui hati.

Tinggalkan Rasa Malas, Mulailah Manfaatkah Waktu Yang Dimiliki

Setiap hari kita memiliki 24 jam dan hanya dipotong 6 atau 8 jam saja untuk tidur. Masihkan kita hanya hidup begitu begitu saja? Apapun kesibukkan anda baik anda yang masih menuntut ilmu di sekolah, sudah bekerja, atau hanya menjadi ibu rumah tangga, pasti masih ada waktu yang bisa dimanfaatkan untuk hal hal yang lebih bermanfaat. Waktu yang  terus berputar ini sudah seharusnya diatur dengan baik agar tidak lewat begitu saja. Jika tidak, penyesalan akan muncul di kemudian.

rasa malas

Waktu yang masih luang dari kewajiban aktivitas setiap hari, bisa kita gunakan untuk beberapa aktivitas positif. Misalnya saja berolah raga. Siapa bilang sakit tidak bisa datang sewaktu waktu? Tidak ada jaminan sekarang anda sehat dan esok pasti akan selalu sehat. Kebanyakan orang hanya terbelenggu rasa malas untuk memulai hidup sehat dan biasa berolah raga. Padahal, olah raga setidaknya bisa memberikan jaminan untuk tubuh yang sehat. Waktu yang sempit pun bisa tetap digunakan untuk olah raga, misalnya saja lari pagi sebelum berangkat beraktivitas. Walau terlihat sederhana, tetapi meninggalkan rasa malas di pagi hari dengan lari pagi ini memberikan dampak kesehatan yang sangat banyak dan juga pikiran yang fresh. Dengan badan yang sehat, anda akan lebih mendapatkan hidup yang lebih siap menghadapi berbagai tantangan.

Rasa malas yang membelenggu juga akan membuat kualitas diri kita tidak naik. Ya, dengan meninggalkan rasa malas kita bisa melakukan aktivitas yang membuat kita naik kelas. Misalnya saja, mengikuti seminar di akhir pekan. Dengan mengikuti seminar, kita akan mendapatkan wawasan dan ilmu baru yang akan memperkaya otak kita. Selain itu, bisa juga digunakan untuk pelatihan menambah keterampilan seperti les memasak misalnya. Jika kita jago memasak, maka bukan tidak mungkin kita akan mendapatkan keluarga yang lebih harmonis akan betah makan di rumah.

Rasa malas yang dipelihara terus menerus akan menjadi karakter yang buruk pada diri kita. Dampaknya, berbagai kesempatan untuk membuat kualitas hidup bertambah akan terbuang sia sia. Misalnya,  jika kita ingin hidup yang lebih kaya, bisa saja kita mencari pekerjaan tambahan yang tidak banyak membutuhkan tenaga dan tidak menyita waktu. Yang jelas secara logika, ketika penghasilan bertambah maka hidup yang lebih layak akan semakin mungkin diwujudkan. Tetapi jika rasa malaslah yang lebih anda perlihara, anda hanya akan mendapatkan hidup yang begitu begitu saja. Tidak ada peningkatan, dan terasa membosankan. Rasa bosan yang muncul bisa berkembang menjadi stres  dan frustasi. Dan terus akan berkembang menjadi hidup yang tidak mengesankan. Maka dari itu, hilangkanlah mulai sekarang rasa malas yang sering muncul. Biasakan untuk menekan kerja tubuh anda hingga batas optimal, agar waktu yang kita miliki tidak terbuang sia sisa.

Rendahkan Hati Dahulu, Ulurkan Tangan Kemudian

Untuk apa kita ini sekolah, lalu bekerja, dan terus mencari penghasilan di dunia ini? Sejatinya, kita mencari ketenangan diri. Sering kali orang menyebutkan hati yang tenang jika kita memiliki banyak uang. Padahal, banyak memiliki harta pun tidak menjamin ketentraman hati. Salah satu cara yang paling jitu adalah dengan selalu berbagi. Jika kita dalam keadaan yang sedang berlebih, ingatlah kanan dan kiri anda apakah semua sudah seberuntung anda atau belum. Banyak sekali yang sebenarnya bisa kita lakukan dengan harta yang berlebih, misalnya berlibur ke luar negeri atau membeli barang mewah. Tetapi apakah itu semua memberikan ketenangan dan kebahagiaan sejati?

uluran tangan dan hati

Setiap manusia memiliki hati nurani yang sangat suci, tak sedikit pun tersentuh hal hal tercela. Hanya saja, hati nurani kita sering kali tertutup dan terbelenggu. Inilah yang membuat kita merasa selalu tidak cukup terutama soal harta. Padahal, jika ingin bahagia disaat memiliki harta berlebih itu dengan cara berbagi kepada sesama yang membutuhkan. Tetapi, rendahkan dulu hati kita sebelum berbagi jika anda ingin mendapatkan kebahagiaan sejati. Saat anda memberikan bantuan atau donasi untuk sesama, janganlah anda berharap mendapatkan pujian atau pengakuan. Memberikan dengan tangan kanan, tidaklah perlu tangan kiri mengetahuinya. Berharap orang akan memuji, hanya akan membuat kita kecewa. Bagaimana jika pujian dan pengakuan itu tidak datang? Anda pasti akan merasa kecewa. Berbeda dengan jika memberi tanpa berharap itu semua, kita akan merasa bahagia yang teramat sangat. Ya, hati nurani kita akan bergetar dan belenggu hitam akan memudar. Sejatinya, kita semua akan merasa bahagia jika melihat orang lain bahagia.

Mengulurkan tangan tanpa banyak bicara atau pamer juga membuat kita menjadi manusia yang percaya bahwa kebaikan akan selalu terbalas. Tuhan tidak akan tidur dan melupakan kebaikan yang kita lakukan. Tunggulah saja kebaikan anda terbalas dengan tidak di duga duga. Keikhlasan yang kita ciptakan akan berujung pada rejeki yang akan mengalir terus dikemudian hari.

Banyak orang yang sudah membuktikan bahwa kebaikan itu akan berbalas. Andakah salah satunya? Pernah anda merasa tertolong oleh orang yang tanpa di duga duga datang? Pernahkan anda merasa terbantu oleh kejadian di luar kebiasaan? Ya, itulah kuasaNya. Kebaikan akan membawa anda pada kebaikan. Sayang sekali jika kebaikan yang anda lakukan akan tercampur dengan kesombongan dan rasa ingin pamer. Keduanya akan membuat hati yang putih bisa menjadi keruh. Maka dari itu, mulailah untuk sekedar memberi tanpa harus di puji. Misalnya, secara diam diam datanglah ke panti asuhan dan sumbanglah beberapa uang yang anda miliki. Atau, pergilah ke suatu sekolah dan carilah siswa yang kesusahan membeli pelengkapan sekolah dan belilah keperluan siswa tersebut lalu titipkan saja pada gurunya. Anda akan merasa kepuasan, kebahagiaan dan ketenangan hati yang sejati.

Menerima Kegagalan dengan Waktu yang Tepat

Mengalami kegagalan dalam sebuah bidang, tentu bukan sebuah perkara yang menyenangkan untuk dirasakan. Ini bahkan bisa menjadi sebuah hal yang sangat menyakitkan dan membuat kita terpuruk di dalam hidup, di mana kita bisa saja tak lagi memiliki semangat dan juga rasa percaya diri yang cukup untuk bangun dan segera bangkit dari kegagalan tersebut. Tapi taukah Anda, dengan menerima kegagalan dapat membuat kita jauh lebih baik lagi.

Kegagalan bisa saja dialami oleh siapapun, bahkan mereka yang telah memiliki segudang keberhasilah di dalam hidup mereka. Artinya, kegagalan merupakan hal yang sangat manusiawi dan sangat wajar terjadi, di mana saja dan kapan saja, semua orang akan memiliki peluang yang sama untuk mengalami kondisi seperti ini. Jika ternyata begitu, maka akan sangat berlebihan jika kita mengerutuki diri sepanjang waktu kerena sebuah kegagalan yang pernah kita alami, bukan?

Meski gagal, hidup ini masih tetap berjalan

Ada kalanya kita begitu bersemangat dan begitu yakin akan sukses dalam sebuah pekerjaan yang kita lakukan. Kita mengupayakan semua yang terbaik yang kita mampu dan tentunya mengharapkan sebuah keberhasilan atas hal itu. Atau, kita telah berada beberapa senti saja dari titik keberhasilan yang sangat kita impikan. Namun, secara tidak terduga, sebuah kegagalan tiba dengan sempurna.

Lalu, apakah hidup berakhir atas kejadian tersebut?

Tentu saja tidak, kita masih akan tetap bernapas, merasa sedih dan mungkin terpuruk atas kegagalan yang baru saja kita rasakan. Kita juga mungkin akan merasa menjadi sosok yang tidak berguna, dan akan selalu dipandang sebagai orang yang tidak mampu oleh lingkungan sekitar kita, meskipun yang terakhir ini tidak selalu benar.

Cobalah untuk menerima kegagalan tersebut dengan benar, di mana kita bisa melihat hal ini sebagai sebuah pelajaran. Ketahui dengan jelas apa saja yang membuat kita gagal, sehingga kelak kita tidak akan mengulangi hal yang sama kembali. Semua orang tentu pernah gagal, bahkan mereka yang sekarang telah mencapai kesuksesan sekalipun.

Berikan waktu untuk merayakan itu

Sedih setelah mengalami kegagalan adalah sebuah hal yang sangat wajar, apalagi jika ternyata kita telah berupaya dengan sangat keras untuk tidak mengalaminya. Namun, selalu ada hal yang terjadi dan harus kita lalui untuk sebuah kesuksesan, termasuk dengan mengalami sebuah kagagalan terlebih dahulu di saat ini.

Tak perlu malu ketika merasa rapuh saat menghadapi kondisi seperti ini. Jika memang perlu dan membuat kita lega, maka menangis bukan pilihan yang buruk untuk dilakukan, terutama jika itu membuat kita merasa lebih baik dan tenang. Lakukan hal yang bisa membuat kita menjadi lega dan lebih nyaman, agar semua kesedihan dan juga kemarahan menjadi hilang. Tentukan waktu untuk hal ini, satu atau dua hari akan membuat kondisi kita menjadi jauh lebih baik lagi.

Beranjak dan memulai kembali

Namun, jangan sampai larut di dalam kesedihan yang panjang, sebab tidak akan pernah ada waktu yang cukup untuk selalu meratapi kegagalan diri sendiri. Segeralah beranjak dan memulai kembali apa yang menjadi keinginan dan juga harapan kita selama ini. Belajarlah dari kegagalan, sehingga hal yang sama tidak akan terulang. Jika kita bisa memperbaiki diri dengan baik, maka berbagai kendala di dalam kegagalan yang lalu tidak akan terulang kembali.

Akan selalu banyak orang yang mengalami kegagalan, namun sikap seseorang dalam menghadapi dan menerima kegagalan tersebutlah yang kemudian akan menjadi hal yang membedakannya dengan mereka yang selalu gagal.

sumber : sipolos

Belajar Bijak dari Hal yang Paling Kecil

Kisah Inspirasi Hidup – Cerita berikut ini akan membuat kita belajar bijak dari hal yang paling kecil yang terkadang kita abaikan. Terkadang, hal-hal kecil sekalipun tidak “bisa” dilakukan oleh orang dewasa. Bukan karena mereka tidak mampu melakukannya, namun mereka memang tidak mau dan merasa tidak perlu untuk melakukan hal seperti itu. Orang dewasa seringkali terlalu sibuk dengan urusan diri mereka sendiri, sehingga mengabaikan banyak hal di sekitarnya. Mungkin tidak semua, namun kebanyakan dari kita memang sering melakukannya.

kisah nenek
sumber : ayofoto.com

Sore itu, antrian di supermarket terbilang cukup panjang, tiga kasir berjejeran pada mejanya masing-masing dan tampak sibuk menghadapi barisan pembeli yang menenteng belanjaan. Seorang anak perempuan berpita merah berusia sekitar sepuluh tahunan berdiri pada barisan paling pinggir, dekat dengan pintu keluar, sebatang pensil dan penggaris merah muda terlihat di genggaman tangan kanannya. Dia terlihat sabar, menanti antriannya yang akan segera tiba, satu orang lagi di depannya sedang menghitung uang kembalian, dan mencoba untuk memeriksa struk belanjaannya sebelum meninggalkan tempat tersebut. Menanyakan sesuatu kepada kasir, dan masih tetap berdiri di sana sambil memeriksa kembali struk belanja dan uang kembaliannya.

Kasir terlihat menghela napas panjang, menatap antrian yang semakin panjang ke belakang. Kasir ini memang dikhususkan bagi pembeli yang hanya berbelanja sedikit / beberapa barang saja, sehingga proses pembayaran di sana jauh lebih cepat dan lancar, jika dibandingkan dengan dua meja kasir lainnya. Namun hal ini justru membuat antrian di sini selalu lebih panjang dari meja kasir lainnya, sebab semua orang selalu ingin dilayani dengan cepat, terutama mereka yang hanya berbelanja beberapa barang saja.

Belum sempat anak berpita merah ini maju ke depan dan mendekati meja kasir, tiba-tiba saja barisan di belakangnya riuh, dan dengan terburu-buru seorang ibu berusia lima puluhan berjalan di sisi antrian yang sempit dan berusaha untuk mendekati meja kasir. Namun yang lain enggan menepi, atau bahkan memudahkan langkahnya menuju ke depan. Tak sedikit yang mengomel, bahkan mengumpat kelakuan ibu tersebut.

“Antri dong, memangnya warung sayur sebelah rumah, ga ada aturan,” umpat seorang pembeli yang sedang antri di belakang.

“Ya elah, kita udah antri dari tadi, ini orang malah main serobot aja,” ujar yang lainnya.

Ibu tersebut tetap maju ke depan, hingga akhirnya berdiri bersisian dengan anak berpita merah. Wajahnya tampak lelah dan sedikit pucat, mungkin sedikit malu karena menjadi bahan ejekan banyak orang di sana. Kasir hanya diam, tanpa melakukan apa-apa, sementara orang di depannya berlalu sambil tersenyum kecut, penuh ejekan.

“Maaf semua, saya sangat terburu-buru dan harus segera tiba di rumah kembali. Tolong, saya mau bayar ini, Mbak,” ucap ibu tersebut dengan terbata-bata.

“Yang benar aja, Mbak, masa orang nyerobot begitu diladeni duluan?” protes seorang pembeli yang lagi antri.

“Wah, Mbak ini harus training lagi nih kalau sikapnya kayak gini,” yang lainnya menimpali dengan ketus.

“Maaf, Ibu harus antri seperti yang lainnya,” ujar kasir sambil mempersilahkan anak berpita merah maju ke depan.

“Tapi saya hanya membeli sekotak susu formula ini saja, cucu saya yang masih bayi menangis kehausan di rumah, tolonglah,” pintanya pelan. Namun kasir tetap diam dan tidak menanggapi sama sekali, sementara yang antri di belakang tetap sibuk dengan komentar masing-masing.

“Nenek boleh bayar sekarang, biar cepat pulang. Aku bisa antri lagi dari belakang, cuma sebentar,” ucap anak berpita merah sambil tersenyum dan mempersilahkan ibu tersebut ke meja kasir, seraya berlalu menuju antrian paling terakhir.

Kasir terpaku sesaat, sebelum akhirnya mempersilahkan ibu yang berkali-kali mengucapkan terima kasih kepada anak tersebut. Pembeli sepanjang antrian menjadi hening, dan tiba-tiba saja mereka sibuk dengan pikiran dan rasa malu masing-masing.

Dari cerita belajar bijak dari hal yang paling kecil tersebut kita bisa belajar dari seorang anak kecil yang dengan senang hati menukar antriannya untuk mempersilahkan seorang ibu tua yang sedang terburu ingin membelikan susu kepada cucunya. Memang sebenarnya apa yang dilakukan ibu ibu tersebut bukanlah sebuah contoh yang baik, Karena tidak bersikap baik dengan menyerobot antrian, tapi bagaimanapun kita bisa belajar banyak tentang sifat seorang anak kecil yang sangat tulus memberikan waktu dia untuk seorang ibu yang sedang terburu buru ingin membelikan susu kepada cucunya.

Semoga cerita ini bermanfaat bagi seluruh pembaca, Jangan lupa baca kisah inspiratif lainnya.

sumber : sipolos.com