Arsip Tag: kisah inspirasi hidup

Mendalami Arti Bersyukur dari Orang Orang Hebat

Tuhan telah memberikan segala sesuatu kepada manusia, berupa anggota tubuh yang bisa digunakan untuk melakukan segala aktifitas, seperti hujan yang akan menyirami tanaman agar mampu tumbuh dan berbuah, memberikan sinar matahari untuk kehidupan dunia, dan masih banyak lagi segala macam yang tuhan berikan kepada makhluknya. Namun apakah kita pernah bersyukur? Berterimakasih kepadnya karena telah memberikan segala hal yang kita perlukan, menerima segala sesuatu baik itu musibah atau karunia. Pernahkah kita bersyukur?. Ada banyak wujud bersyukur yang bisa kita lakukan, seperti bersyukur dalam bentuk ucapan, bersyukur dalam bentuk budi pekerti dan akhlak, selalu menolong orang orang yang kesusahan dibawah kita, selalu semangat dan berjuang juga merupakan sikap dari syukur, karena kita mampu berjalan maju bukannya menangisi keadaan.

bersyukur

Ada banyak kisah yang mengharukan yang pantas kita teladani, khususnya kisah kisah orang yang senantiasa bersyukur atas segala keadaan dan kondisi yang diterimanya. Diantara kisah tersebut adalah kisah seorang penjual rujak, pada suatu hari ada penjual rujak yang berteduh diemperan toko, pemiliki toko yang sedang cemas menantikan pembeli menyapa sang penjual rujak, pemilik toko bertanya “ kalau hujan dagangannya laris tidak pak?, sang penjual rujak berkata “kurang laris bu”, sang pemilik toko “ terus bagaimana pak dagangannya, dibuang ya? Wah bapak rugi dong”, sang penjual rujak “dagangannya yang mudah busuk saya berikan ke tetangga bu, biasanya tetangga juga seneng, kalau yang tidak mudah busuk saya simpan lagi, iya rugi tapi saya yakin bahwa rizki sudah ada yang mengatur, jika hujan berarti saya diberi kesempatan untuk lebih beribadah kepada Allah”. Mendengar dari jawaban sang penjual rujak pemiliki toko langsung termangu, selama ini dia cemas menantikan pelanggan jika hujan tidak segera reda, sedangkan penjual rujak yang selalu mendorong gerobaknya dan kehujanan jika hujan malah bersyukur atas segala sesuatu yang dialaminya.

Setiap orang memang memiliki masalah sendiri sendiri, namun hanya beberapa orang saja yang mampu bersyukur atas segala masalah yang dialaminya. Kisah inspiratif lainnya adalah tentang seseorang yang hidup berdua dengan sang ibu saja, merupakan warga negara luar yang memiliki keterbatasan fisik yaitu tidak memiliki kedua tangan untuk beraktifitas, sang ayah sudah meninggal, sedangkan saudara lainnya pergi dan tidak ada kabar, namun dengan keterbatasan tangannya dia masih memiliki semangat untuk berjuang hidup dan merawat ibunya yang sudah tua renta, ibunya lumpuh dan harus memerlukan bantuan darinya setiap hari. Walaupun keadaannya seperti itu semangat untuk berjuang terus membara, setiap hari ia pergi untuk mencari makan, berladang, memasak dan menyuapi ibunya. Sungguh mengharukan orang orang yang mampu bersyukur dan tegar menghadapi keadaan dan masalah yang dideritanya.

Manfaat Doa Dalam Setiap Aktifitas

Tanpa kita sadari doa atau ucapan yang berupa harapan bisa menjadi sesuatu yang sangat ampuh dalam melindungi dan menjaga diri sendiri maupun orang lain. Dengan menggunakan doa maka seseorang akan lebih percaya diri dan berharap bahwa tuhan atau Allah akan selalu berpihak pada kita. Doa akan mengubah persepsi kita kerah yang lebih baik, misal saja kita akan mengerjakan ujian Nasional maka kita memerlukan doa agar hati lebih nyaman dan tenang, serta memberikan kekuatan positif dalam mengerjakan soal ujian Nasional tersebut. Jika kita sakit atau salah satu keluarga sakit maka doa menjadi kekuatan dan pengharapan yang sangat besar dibanding dengan uang atau materi lainnya. doa telah mengubah sesuatu yang mustahil menjadi sesuatu  pengharapan yang bisa tercapai.

kekuatan doa

Oleh sebab itu manfaat doa sangatlah penting, berikut ini adalah kisah seorang wanita muslim yang selalu berdoa dalam setiap aktifitasnya, salah satu contoh doa yang paling mudah adalah basmallah. Wanita ini selalu mengerjakan segala sesuatu dengan berdoa, mau masak, mencuci, masuk kama, keluar kamar, masuk rumah, keluar rumah, mau makan, mau membuka pintu, mau bepergian semuanya tidak lepas dari bacaan basmallah. Dibawah bantal tempat tidurnya wanita ini meletakkan uang untuk kebutuhan sehari hari yang diberikan oleh suaminya, setiap kali membuka bantal yang dibawahnya berisi uang ia tidak pernah melalaikan doa. Hingga suatu hari datanglah seorang pencuri, wanita tersebut sedang berada diluar rumah, sehingga tidak tahu jika ada pencuri yang masuk kedalam rumahnya sendiri. pencuri berhasil mengambil uang yang ada dibawah bantal tanpa sepengatuan dari wanita tersebut, hari berganti hingga menjadi bulan. Wanita tersebut belum juga menyadari uangnya telah dicuri.

Hingga suatu hari wanita tersebut memerlukan uang yang disimpan dibawah bantal, ia segera kekamar dan akan mengambil uang yang ada dibawah bantal, tidak lupa mengucapkan basmalah dan berdoa, alhasil atas kekuasaan Allah yang sangat dahsyat, ternyata uang yang tadinya di curi oleh pencuri masih ada dibawah bantal, tersimpan rapi dan tidak hilang sepeserpun. Itulah keajaiban doa. Kisah diatas pastinya merupakan kisah yang luar biasa, tanpa disadari dengan menggunakan basmalah segala sesuatu yang tadinya tidak mungkin menjadi mungkin. Maka mulailah sekarang lengkapi aktifitas sehari hari anda dengan doa, dengan begitu anda akan selalu dilindungi oleh Allah SWT. Selain selalu dibawah perlindungannya anda juga akan merasa tenang dan damai, karena dengan doa maka segala sesuatu yang membahayakan bisa teratasi, selain kisah diatas, masih banyak lagi kisah inspirasi lainnya yang bisa anda dapatkan tentang kelebihan dan manfaat pada doa, dengan berdoa maka semua orang memiliki keyakinan dan pengharapan yang tidak dimiliki oleh lainnya.

Kisah Inspiratif Uwais Al Qorni

Ibu merupakan orang yang wajib kita hormati, berikut ini adalah cerita tentang seorang yang sangat menyayangi dan patuh kepada ibundanya. Seorang pemuda bernama Uwais Al Qorni hidup di wilayah Yaman, dia hidup berdua dengan ibunya, sehari hari bekerja sebagai penggembala domba, orang orang sekitar menganggap bahwa Uwais Al Qorni adalah orang fakir miskin yang sangat biasa. pada suatu hari Uwai mendengar keinginan ibunya untuk beribadah ke Makkah, namun Uwais berfikir bahwa untuk pergi ke Makkah membutuhkan unta dan bekal selama diperjalanan, sedangkan ia benar benar miskin, akhirnya Uwais membeli seekor domba, domba tersebut bukan untuk di naiki ke Makkah, namun domba tersebut sebagai bentuk latian, setiap pagi Uwais menggendong domba naik dan turun bukit, hingga berbulan bulan domba tersebut akhirnya tumbuh besar, namun rasa berat menggndong domba tidak lagi dirasakannya, yang ada ototnya semakin kuat.

uwais al qorny

Uwais berlatih menggendong domba agar ia mampu menggendong ibunya sampai di Makkah dan melaksanakan ibadah langsung dihadapan Allah, ibunya sangat gembira dan bersyukur atas apa yang dilakukan oleh Uwais, hingga akhirnya mereka berdua berangkat ke Makkah, barulah orang orang zaman sadar apa yang dilakukan oleh Uwais ini. Uwais kembali lagi ke Yaman, dan suatu hari, Uwais ingin sekali berjumpa dengan rosulullah, ia meminta izin kepada ibunya untuk pergi ke Makkah, namun sebelum pergi ia menyiapkan segala sesuatu yang nantinya akan digunakan oleh ibunya, dan menitipkan ibunya kepada tetangga, sebelum berangkat sang ibu berkata ketika sudah sampai maka lekaslah pulang. Uwais pergi ke Madinah, ia langsung kerumah rosulullah, namun sayang rosulullah sedang pergi perang, didalam rumah hanya ada Siti Aisyah, Uwais bingung apakah ia akan menunggu atau langsung pulang, apalagi ia teringat dengan pesan dari ibunya, jika sudah sampai maka lekaslah pulang, akhirnya Uwais pulang ke Yaman.

Rosulullah pulang dan beliau mendapatkan pesan bahwa telah datang seseorang dari Yaman, namun karena ia memiliki ibu yang sudah tua dan lumpuh maka ia kembali ke Yaman, mendengar hal tersebut maka Rosulullah juga menceritakan kepada sahabat Umar bin Khotob dan Ali Bin Abi Thalib bahwasanya orang tersebut yang bernama Uwais Al Qarni bukanlah makhluk bumi, namun makhluk langit, ciri cirinya bisa dilihat dari telapak tangannya yang berwarna putih, hal ini merupakan bekas dari penyakit Uwais sebelumnya, jika bertemu mintalah doa kepadanya, karena doa yang diucapkannya akan terkabul. Dan ketika rosulullah telah wafat dan digantikan kekhalifahannya oleh sahabat sahabatnya maka setiap kali ada rombongan yang datang dari Yaman maka sahabat Ali dan Umar selalu bertanya apakah seseorang bernama Uwais ikut bersama mereka, hingga suatu hari Ali dan Umar bertemu dengan Uwais dan meminta doa kepadanya, ketika Uwais wafat banyak sekali orang yang datang melayat dan mengurus jenazahnya, hingga orang orang Yaman heran, mereka baru tahu ternyata seseorang yang dikenal sangat miskin merupakan kekasih Allah.

Menerima Kegagalan dengan Waktu yang Tepat

Mengalami kegagalan dalam sebuah bidang, tentu bukan sebuah perkara yang menyenangkan untuk dirasakan. Ini bahkan bisa menjadi sebuah hal yang sangat menyakitkan dan membuat kita terpuruk di dalam hidup, di mana kita bisa saja tak lagi memiliki semangat dan juga rasa percaya diri yang cukup untuk bangun dan segera bangkit dari kegagalan tersebut. Tapi taukah Anda, dengan menerima kegagalan dapat membuat kita jauh lebih baik lagi.

Kegagalan bisa saja dialami oleh siapapun, bahkan mereka yang telah memiliki segudang keberhasilah di dalam hidup mereka. Artinya, kegagalan merupakan hal yang sangat manusiawi dan sangat wajar terjadi, di mana saja dan kapan saja, semua orang akan memiliki peluang yang sama untuk mengalami kondisi seperti ini. Jika ternyata begitu, maka akan sangat berlebihan jika kita mengerutuki diri sepanjang waktu kerena sebuah kegagalan yang pernah kita alami, bukan?

Meski gagal, hidup ini masih tetap berjalan

Ada kalanya kita begitu bersemangat dan begitu yakin akan sukses dalam sebuah pekerjaan yang kita lakukan. Kita mengupayakan semua yang terbaik yang kita mampu dan tentunya mengharapkan sebuah keberhasilan atas hal itu. Atau, kita telah berada beberapa senti saja dari titik keberhasilan yang sangat kita impikan. Namun, secara tidak terduga, sebuah kegagalan tiba dengan sempurna.

Lalu, apakah hidup berakhir atas kejadian tersebut?

Tentu saja tidak, kita masih akan tetap bernapas, merasa sedih dan mungkin terpuruk atas kegagalan yang baru saja kita rasakan. Kita juga mungkin akan merasa menjadi sosok yang tidak berguna, dan akan selalu dipandang sebagai orang yang tidak mampu oleh lingkungan sekitar kita, meskipun yang terakhir ini tidak selalu benar.

Cobalah untuk menerima kegagalan tersebut dengan benar, di mana kita bisa melihat hal ini sebagai sebuah pelajaran. Ketahui dengan jelas apa saja yang membuat kita gagal, sehingga kelak kita tidak akan mengulangi hal yang sama kembali. Semua orang tentu pernah gagal, bahkan mereka yang sekarang telah mencapai kesuksesan sekalipun.

Berikan waktu untuk merayakan itu

Sedih setelah mengalami kegagalan adalah sebuah hal yang sangat wajar, apalagi jika ternyata kita telah berupaya dengan sangat keras untuk tidak mengalaminya. Namun, selalu ada hal yang terjadi dan harus kita lalui untuk sebuah kesuksesan, termasuk dengan mengalami sebuah kagagalan terlebih dahulu di saat ini.

Tak perlu malu ketika merasa rapuh saat menghadapi kondisi seperti ini. Jika memang perlu dan membuat kita lega, maka menangis bukan pilihan yang buruk untuk dilakukan, terutama jika itu membuat kita merasa lebih baik dan tenang. Lakukan hal yang bisa membuat kita menjadi lega dan lebih nyaman, agar semua kesedihan dan juga kemarahan menjadi hilang. Tentukan waktu untuk hal ini, satu atau dua hari akan membuat kondisi kita menjadi jauh lebih baik lagi.

Beranjak dan memulai kembali

Namun, jangan sampai larut di dalam kesedihan yang panjang, sebab tidak akan pernah ada waktu yang cukup untuk selalu meratapi kegagalan diri sendiri. Segeralah beranjak dan memulai kembali apa yang menjadi keinginan dan juga harapan kita selama ini. Belajarlah dari kegagalan, sehingga hal yang sama tidak akan terulang. Jika kita bisa memperbaiki diri dengan baik, maka berbagai kendala di dalam kegagalan yang lalu tidak akan terulang kembali.

Akan selalu banyak orang yang mengalami kegagalan, namun sikap seseorang dalam menghadapi dan menerima kegagalan tersebutlah yang kemudian akan menjadi hal yang membedakannya dengan mereka yang selalu gagal.

sumber : sipolos

Kebaikan yang Disembunyikan Layaknya sebuah Keburukan

Kisah Inspirasi Hidup – Kisah ini berawal dari dua sahabat dekat yang sama-sama menuntut ilmu di sekolah menengah yang sama, Ahmad dan Zainal, keduanya berasal dari latar belakang keluarga yang berbeda. Ahmad yang pintar dan lebih cerdas di antara teman-temannya, berasal dari sebuah keluarga dengan ekonomi yang pas-pasan. Di lain sisi, Zainal yang memiliki kemampuan belajar standar, justru keluarganya memiliki kemampuan ekonomi yang cukup baik dan bisa menjamin masa depannya kelak.

kisah dua sahabat

Lama terpisah, akhirnya keduanya bertemu kembali di dalam sebuah Masjid, tepatnya di sebuah koridor wudhu sebuah masjid megah yang berarsitektur indah di kawasan perkebunan teh di Puncak Bogor. Sebuah kebetulan yang indah, di mana dua orang sahabat lama bisa bersua secara tiba-tiba tanpa sebuah rencana.

Zainal yang telah beruntung sejak awal, kini terlihat berbeda dengan penampilan berkelas, layaknya seorang manager yang sukses. Penampilannya begitu rapi, lengkap dengan kemeja mahal dan juga dasi, namun tetap masih taat menjalankan ibadahnya setiap saat, bahkan meski di dalam perjalanan sekalipun. Shalat masih menjadi hal yang tidak pernah ditinggalkan olehnya, meski ia sedang bertugas keluar kota, kesempatan inilah yang membuatnya banyak menyambangi masjid di sepanjang perjalanan yang dilakukannya. Seperti hari ini, ketika ia berhenti dan memasuki sebuah masjid di kawasan Puncak Bogor, di mana ia bertemu kembali dengan Ahmad sahabatnya.

Zainal begitu gembira, namun sedikit terenyuh melihat sahabatnya itu di sana. Ahmad memang berasal dari keluarga yang sangat sederhana, namun dia begitu pintar dan cerdas dibandingkan dirinya, tapi tak sekalipun Zainal berpikir bahwa sahabatnya itu akan menjadi merbot di masjid. Disapanya sahabatnya itu dengan gembira, Ahmad menyambutnya dengan tak kalah senangnya. Keduanya berpelukan dan melepas rindu.

“Kamu terlihat sangat berbeda dan berkelas, Mas, pangling aku..” ujar Ahmad sambil memandangi Zainal yang masih terlihat rapi berdasi, meski lengan kemejanya tergulung ke atas dan menyingkap jam mahal yang melingkar di pergelangannya.

“Tidak juga, biasa saja, kan..” elak Zainal sambil tersenyum pada sahabatnya itu. Hatinya iba melihat kondisi Ahmad sekarang, berbanding terbalik dengan penampilannya yang rapi. Ahmad memegang sebuah kain pel, dengan celana digulung setengah betis dan mengenakan sebuah peci yang sangat sederhana. Sesaat ia kembali mengingat kepintaran temannya itu, sebelum akhirnya menyodorkan sebuah kartu nama kepada Ahmad.

“Wah hebat kamu, Mas. Sekarang sudah jadi manager area?” ujar Ahmad sambil membaca kartu di tangannya.

“Nanti setelah saya shalat kita bicara lagi, Mad. Maaf, kalau misalnya kamu berminat untuk mencari pekerjaan yang lebih baik, di kantor saya bisa saja. Kamu bisa bekerja lebih pantas, daripada yang sekarang ini, Mad. Maaf sebelumnya..”

“Iya, nanti kita bicarakan lagi, yah. Terima kasih..” jawab Ahmad sambil tersenyum. Keduanya berpisah dan melanjutkan aktifitas. Zainal mengambil wudhu dan memikirkan kembali nasib sahabatnya itu, sementara Ahmad kembali melakukan pekerjaannya. Saat akan shalat, Zainal kembali melihat sahabatnya itu sedang sibuk bersih-bersih dan ia kembali merasa iba.

Selesai menjalankan shalat, pandangan Zainal mengitari sekelilingnya, berharap menemukan Ahmad di sana, namun seorang pemuda di belakangnya menyapanya.

“Pak, Bapak ini kenal dengan bapak Insinyur Haji Ahmad?”

“Insinyur Haji Ahmad?” ujar Zainal sedikit keheranan.

“Iya, yang barusan itu bercakap-cakap dengan Bapak.”

“Oh.. Ahmad maksudnya.. Saya kenal, dia teman sekolah saya waktu SMP. Ahmad sudah haji sekarang?”

“Sudah lama, Pak. Dari sebelum masjid ini dibangun oleh beliau.” Kalimat yang terakhir ini sontak membuat Zainal terkejut dan kebingungan, apalagi setelah anak muda itu menceritakan tentang mall dan juga hotel di daerah sana yang juga dimiliki oleh sahabatnya itu. Betapa bijaknya sahabatnya yang pintar itu, bagaimana tidak? Dengan apa yang dimilikinya, dia sedikitpun tidak memamerkan kekayaannya, akan tetapi dia hanya memamerkan kesederhanaanya. Ini adalah contoh kebaikan yang disembunyikan.

Banyak orang yang suka memamerkan kebaikan atau harta yang dimiliki olehnya dan menyembunyikan segala keburukannya. Akan tetapi pada cerita ini kita dapat belajar bukan hanya keburukan yang harus disembunyikan tetapi kekayaan dan kebaikan juga perlu untuk disembunyikan dan tidak dipamerkan.

sumber : sipolos.com

Belajar Bijak dari Hal yang Paling Kecil

Kisah Inspirasi Hidup – Cerita berikut ini akan membuat kita belajar bijak dari hal yang paling kecil yang terkadang kita abaikan. Terkadang, hal-hal kecil sekalipun tidak “bisa” dilakukan oleh orang dewasa. Bukan karena mereka tidak mampu melakukannya, namun mereka memang tidak mau dan merasa tidak perlu untuk melakukan hal seperti itu. Orang dewasa seringkali terlalu sibuk dengan urusan diri mereka sendiri, sehingga mengabaikan banyak hal di sekitarnya. Mungkin tidak semua, namun kebanyakan dari kita memang sering melakukannya.

kisah nenek
sumber : ayofoto.com

Sore itu, antrian di supermarket terbilang cukup panjang, tiga kasir berjejeran pada mejanya masing-masing dan tampak sibuk menghadapi barisan pembeli yang menenteng belanjaan. Seorang anak perempuan berpita merah berusia sekitar sepuluh tahunan berdiri pada barisan paling pinggir, dekat dengan pintu keluar, sebatang pensil dan penggaris merah muda terlihat di genggaman tangan kanannya. Dia terlihat sabar, menanti antriannya yang akan segera tiba, satu orang lagi di depannya sedang menghitung uang kembalian, dan mencoba untuk memeriksa struk belanjaannya sebelum meninggalkan tempat tersebut. Menanyakan sesuatu kepada kasir, dan masih tetap berdiri di sana sambil memeriksa kembali struk belanja dan uang kembaliannya.

Kasir terlihat menghela napas panjang, menatap antrian yang semakin panjang ke belakang. Kasir ini memang dikhususkan bagi pembeli yang hanya berbelanja sedikit / beberapa barang saja, sehingga proses pembayaran di sana jauh lebih cepat dan lancar, jika dibandingkan dengan dua meja kasir lainnya. Namun hal ini justru membuat antrian di sini selalu lebih panjang dari meja kasir lainnya, sebab semua orang selalu ingin dilayani dengan cepat, terutama mereka yang hanya berbelanja beberapa barang saja.

Belum sempat anak berpita merah ini maju ke depan dan mendekati meja kasir, tiba-tiba saja barisan di belakangnya riuh, dan dengan terburu-buru seorang ibu berusia lima puluhan berjalan di sisi antrian yang sempit dan berusaha untuk mendekati meja kasir. Namun yang lain enggan menepi, atau bahkan memudahkan langkahnya menuju ke depan. Tak sedikit yang mengomel, bahkan mengumpat kelakuan ibu tersebut.

“Antri dong, memangnya warung sayur sebelah rumah, ga ada aturan,” umpat seorang pembeli yang sedang antri di belakang.

“Ya elah, kita udah antri dari tadi, ini orang malah main serobot aja,” ujar yang lainnya.

Ibu tersebut tetap maju ke depan, hingga akhirnya berdiri bersisian dengan anak berpita merah. Wajahnya tampak lelah dan sedikit pucat, mungkin sedikit malu karena menjadi bahan ejekan banyak orang di sana. Kasir hanya diam, tanpa melakukan apa-apa, sementara orang di depannya berlalu sambil tersenyum kecut, penuh ejekan.

“Maaf semua, saya sangat terburu-buru dan harus segera tiba di rumah kembali. Tolong, saya mau bayar ini, Mbak,” ucap ibu tersebut dengan terbata-bata.

“Yang benar aja, Mbak, masa orang nyerobot begitu diladeni duluan?” protes seorang pembeli yang lagi antri.

“Wah, Mbak ini harus training lagi nih kalau sikapnya kayak gini,” yang lainnya menimpali dengan ketus.

“Maaf, Ibu harus antri seperti yang lainnya,” ujar kasir sambil mempersilahkan anak berpita merah maju ke depan.

“Tapi saya hanya membeli sekotak susu formula ini saja, cucu saya yang masih bayi menangis kehausan di rumah, tolonglah,” pintanya pelan. Namun kasir tetap diam dan tidak menanggapi sama sekali, sementara yang antri di belakang tetap sibuk dengan komentar masing-masing.

“Nenek boleh bayar sekarang, biar cepat pulang. Aku bisa antri lagi dari belakang, cuma sebentar,” ucap anak berpita merah sambil tersenyum dan mempersilahkan ibu tersebut ke meja kasir, seraya berlalu menuju antrian paling terakhir.

Kasir terpaku sesaat, sebelum akhirnya mempersilahkan ibu yang berkali-kali mengucapkan terima kasih kepada anak tersebut. Pembeli sepanjang antrian menjadi hening, dan tiba-tiba saja mereka sibuk dengan pikiran dan rasa malu masing-masing.

Dari cerita belajar bijak dari hal yang paling kecil tersebut kita bisa belajar dari seorang anak kecil yang dengan senang hati menukar antriannya untuk mempersilahkan seorang ibu tua yang sedang terburu ingin membelikan susu kepada cucunya. Memang sebenarnya apa yang dilakukan ibu ibu tersebut bukanlah sebuah contoh yang baik, Karena tidak bersikap baik dengan menyerobot antrian, tapi bagaimanapun kita bisa belajar banyak tentang sifat seorang anak kecil yang sangat tulus memberikan waktu dia untuk seorang ibu yang sedang terburu buru ingin membelikan susu kepada cucunya.

Semoga cerita ini bermanfaat bagi seluruh pembaca, Jangan lupa baca kisah inspiratif lainnya.

sumber : sipolos.com