Sehelai Baju Bekas

Seorang anak berkulit hitam, lahir di daerah kumuh Brooklyn, New York, ia melewati kehidupannya dalam lingkungan miskin dan penuh diskriminasi. Suatu hari ayahnya memberikan sehelai pakaian bekas kepadanya. “Menurutmu, berapa nilai pakaian ini?” tanya ayahnya. Ia menjawab, “Mungkin 1 USD ” “Bisakah dijual seharga 2 USD? Jika berhasil, berarti engkau telah membantu ayah dan ibumu,”

Zona Waktu

New York 3 jam lebih awal dari California, tapi tidak berarti California lambat, atau New York cepat. Keduanya berada di sesuai “Zona Waktu”nya masing-masing. Seseorang masih sendiri/single/jomblo. Seseorang menikah dan menunggu 10 tahun untuk memiliki momongan. Ada juga yang memiliki momongan dalam setahun usia pernikahannya. Seseorang lulus kuliah di usia 22 tahun, tapi menunggu 5

Tetesan Air yang Dapat Melubangi Batu

Kisah ini berawal dari seorang pemuda biasa yang dianggap bodoh dan terbelakang yang memiliki orangtua dengan dukungan luar biasa sehingga ketika orangtuanya terkena wabah dan hampir meninggal, mereka memberikan sebuah wejangan bagi pemuda ini, “Jika kami meninggal, maka tidak ada lagi yang akan mendukungmu, oleh karena itu kamu harus bisa mandiri. Jadilah seperti tetesan air

Ibu Dengan Satu Mata

Ibuku hanya memiliki satu mata. Ketika aku tumbuh dewasa, aku membencinya karena hal itu. Aku benci perhatian tak diundang yang aku dapatkan ketika berada di sekolah. Aku benci bagaimana anak-anak lain menatapnya dan memalingkan muka dengan jijik. Ibuku bekerja dengan dua pekerjaan untuk menafkahi keluarga, tetapi aku justru malu dengan keadaannya dan tidak ingin terlihat

Batu, Kerikil, dan Pasir

Pada awal kelas filsafat di sebuah universitas, profesor berdiri dengan beberapa item yang terlihat berbahaya di mejanya. Yaitu sebuah toples mayonaisse kosong, beberapa batu, beberapa kerikil, dan pasir. Mahasiswa memandang benda-benda tersebut dengan penasaran. Mereka bertanya-tanya, apa yang ingin profesor itu lakukan dan mencoba untuk menebak demonstrasi apa yang akan terjadi. Tanpa mengucapkan sepatah kata

Menunda Bersenang-senang, Untuk Kebahagiaan Sesungguhnya

Merayakan pencapaian yang diraih, memang tidak salah. Tetapi jika sedikit sedikit kita merayakannya dan berfoya foya dengan menghamburkan uang, maka itu tidak baik. Anak muda yang sedang berjuang mencari jati diri, sering kali gagal dalam menahan keinginan diri dan tidak bisa memprioritaskan kebutuhan. Contohnya saja, ketika anak muda sudah belajar berbisnis. Baru sedikit saja ada

Rendahkan Hati Dahulu, Ulurkan Tangan Kemudian

Untuk apa kita ini sekolah, lalu bekerja, dan terus mencari penghasilan di dunia ini? Sejatinya, kita mencari ketenangan diri. Sering kali orang menyebutkan hati yang tenang jika kita memiliki banyak uang. Padahal, banyak memiliki harta pun tidak menjamin ketentraman hati. Salah satu cara yang paling jitu adalah dengan selalu berbagi. Jika kita dalam keadaan yang

Jalanilah Hidup Yang Penuh Tantangan

Memiliki kehidupan yang layak adalah dambaan setiap orang yang hidup di dunia. Tetapi, bagi sebagian orang hanya untuk sekedar cukup saja memerlukan perjuangan. Anda yang terlahir dan tumbuh di keluarga yang memiliki ekonomi yang mapan mungkin bisa dibilang beruntung bisa saja tidak. Beruntung karena segala keinginan seolah mudah terkabulkan oleh kekayaan orang tua kita. Tetapi

Berhenti Mencari Yang Sempurna, Mulailah Bahagia Dengan Pasanganmu

Setiap kita yang lahir di dunia ini memilki kelebihan sekaligus kekurangan. Lalu, mau sampai kapan terus menunda menikah hanya karena belum ada yang sempurna? Menjalin hubungan yang serius membutuhkan dua orang yang berkomitmen secara serius untuk hidup bersama dan menerima kekurangan pasangan masing masing. Komitmen untuk hidup bersama itu sangat penting. Misalnya, komitmen untuk menghadapi